-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Keluarga Agnis Jance Zebua Terima Penjelasan Hasil Otopsi, Polres Nias Tegaskan Komitmen Tuntaskan Penyidikan

03 July 2026 | 03 July WIB Last Updated 2026-07-03T08:53:21Z


Pihak kepolisian menegaskan penyidikan akan terus dilakukan secara profesional guna mengungkap seluruh fakta yang berkaitan dengan perkara tersebut.


Gunungsitoli, Becker.Biz.Id — Tim kuasa hukum bersama keluarga almarhumah Agnis Jance Zebua (AJZ) menghadiri audiensi dengan jajaran Polres Nias untuk memperoleh penjelasan mengenai perkembangan penyidikan serta hasil otopsi yang telah dilakukan terhadap korban, Kamis (2/7/2026).

Audiensi berlangsung di Ruang Gelar Reskrim Polres Nias, Jalan Bhayangkara Nomor 1, Kota Gunungsitoli. Pertemuan dipimpin Wakapolres Nias Kompol S.K. Harefa, S.Pd., M.H., didampingi Kasat Reskrim AKP Sonifati Zalukhu, S.H., Kanit PPA Aiptu Jonnes A. Zai, S.M., beserta penyidik Unit PPA dan personel Intelijen Reskrim yang menangani perkara tersebut.

Sementara itu, tim kuasa hukum keluarga dipimpin Ikhtiar E. Gulo, S.H., M.H., bersama sejumlah anggota tim hukum. Audiensi juga dihadiri langsung oleh ayah korban, Tolosokhi Zebua atau yang dikenal dengan panggilan Ama Jance Zebua.

Dalam kesempatan itu, Wakapolres Nias menjelaskan bahwa Kapolres Nias AKBP Agung S.D.C., S.Psi., M.Psi., Psi., M.K.P., semula dijadwalkan memimpin pertemuan, namun berhalangan hadir karena adanya perubahan jadwal penerbangan. Ia menyampaikan apresiasi kepada keluarga dan kuasa hukum yang memilih menempuh jalur komunikasi secara resmi.

"Kami mengapresiasi kehadiran keluarga dan tim kuasa hukum dalam audiensi ini. Komunikasi yang baik diharapkan dapat mendukung proses penyidikan berjalan secara optimal," ujar Wakapolres.

Pada pertemuan tersebut, penyidik menyampaikan bahwa hasil otopsi dari tim dokter forensik Rumah Sakit Bhayangkara Polda Sumatera Utara telah diterima dan menjadi bagian dari alat bukti dalam proses penyidikan.

Berdasarkan hasil pemeriksaan forensik, ditemukan sejumlah luka lebam pada tubuh korban. Selain itu, hasil otopsi juga mengindikasikan bahwa penyebab kematian berkaitan dengan kondisi kekurangan oksigen atau kehabisan napas yang diduga disebabkan adanya tekanan atau cekikan pada bagian leher.

Pihak kepolisian menegaskan penyidikan akan terus dilakukan secara profesional guna mengungkap seluruh fakta yang berkaitan dengan perkara tersebut.

"Kami berkomitmen untuk terus mengembangkan penyidikan, menyampaikan perkembangan kepada keluarga, serta mengungkap pihak yang bertanggung jawab sesuai ketentuan hukum yang berlaku," kata penyidik.

Suasana audiensi berlangsung emosional ketika ayah korban mendengarkan penjelasan hasil otopsi. Dengan mata berkaca-kaca, ia berharap proses penyidikan dapat segera membuahkan hasil sehingga pelaku dapat segera ditangkap dan diproses sesuai hukum.

"Saya berharap penyelidikan dapat dipercepat agar pelaku segera ditemukan dan mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum," ucapnya.

Usai pertemuan, Ketua Tim Kuasa Hukum keluarga, Ikhtiar E. Gulo, menyampaikan apresiasi atas keterbukaan Polres Nias dalam memberikan penjelasan kepada pihak keluarga. Meski demikian, menurutnya, keluarga masih menunggu langkah konkret aparat penegak hukum hingga pelaku berhasil diungkap.

Ia menegaskan, hasil otopsi menjadi salah satu petunjuk penting yang harus ditindaklanjuti melalui proses penyidikan secara menyeluruh. Tim kuasa hukum, lanjutnya, akan terus mengawal jalannya proses hukum hingga perkara tersebut memperoleh kepastian hukum dan keadilan bagi keluarga korban.

Kasus meninggalnya Agnis Jance Zebua hingga kini masih dalam proses penyidikan. Keluarga berharap aparat kepolisian dapat segera mengungkap pelaku dan menuntaskan perkara tersebut sesuai ketentuan hukum yang berlaku.(*/Dyl )

×
Berita Terbaru Update