![]() |
Ketua DMI Sumbar Prof. Ganefri Tekankan Pentingnya Akustik Masjid untuk Tingkatkan Kekhusyukan Ibadah |
Padang, Becker.Biz.Id — Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Provinsi Sumatera Barat, Prof. Ganefri, Ph.D., menegaskan bahwa kualitas tata suara menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan kenyamanan dan kekhusyukan jamaah saat beribadah. Hal itu disampaikannya saat membuka Pelatihan Akustik Masjid yang berlangsung di UNP Hotel and Convention, Padang, Selasa (14/7/2026).
Pelatihan tersebut diikuti pengurus masjid, takmir, serta operator sistem audio dari berbagai kabupaten dan kota di Sumatera Barat. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kapasitas pengelola masjid dalam mengoptimalkan sistem tata suara agar lebih efektif, nyaman, dan sesuai kebutuhan jamaah.
Prof. Ganefri menjelaskan, masih banyak masjid yang telah memiliki perangkat audio dengan spesifikasi memadai, namun belum mampu menghasilkan suara yang jernih akibat pengaturan akustik ruang yang kurang tepat. Kondisi tersebut sering menyebabkan suara imam, khatib, maupun muazin terdengar bergema sehingga mengurangi kenyamanan jamaah.
Menurutnya, penataan akustik bukan sekadar persoalan teknologi, melainkan bagian dari pelayanan kepada umat. Kejelasan suara akan membantu jamaah lebih mudah memahami bacaan Al-Qur'an, khutbah, ceramah, maupun materi dakwah yang disampaikan.
"Pelayanan terbaik kepada jamaah tidak hanya diwujudkan melalui fasilitas fisik, tetapi juga melalui kualitas suara yang jelas sehingga ibadah dapat berlangsung dengan lebih khusyuk," ujar Prof. Ganefri.
Dalam pelatihan tersebut, peserta mendapatkan materi mengenai prinsip dasar akustik ruangan, teknik penempatan mikrofon dan speaker, pengaturan amplifier serta mixer, hingga strategi mengoptimalkan perangkat audio yang telah tersedia tanpa harus mengeluarkan biaya besar untuk membeli peralatan baru.
Peserta juga dibekali pengetahuan tentang cara mengurangi pantulan suara dan gema melalui penataan interior serta pemanfaatan material pendukung akustik. Langkah tersebut dinilai mampu meningkatkan kejernihan suara sehingga seluruh rangkaian ibadah dapat terdengar lebih jelas oleh jamaah.
Selain meningkatkan kualitas suara di dalam masjid, Prof. Ganefri mengingatkan pentingnya penggunaan pengeras suara secara bijaksana agar syiar Islam tetap berjalan tanpa mengganggu kenyamanan masyarakat di lingkungan sekitar.
Ia berharap para pengurus masjid mampu mengelola, mengoperasikan, dan merawat sistem audio secara profesional. Dengan demikian, penggunaan anggaran masjid dapat dilakukan secara lebih efektif karena pembelian peralatan disesuaikan dengan kebutuhan yang sebenarnya.
Menurutnya, sistem akustik yang baik juga akan menjadikan masjid lebih ramah bagi seluruh lapisan masyarakat, termasuk anak-anak, lansia, hingga jamaah yang memiliki keterbatasan pendengaran ringan.
Prof. Ganefri menegaskan, pelatihan akustik merupakan bagian dari upaya memakmurkan masjid melalui peningkatan mutu pelayanan kepada umat.
"Suara azan, bacaan Al-Qur'an, khutbah, dan ceramah harus dapat didengar dengan jelas agar pesan-pesan keagamaan tersampaikan dengan baik serta memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat," tegasnya.
Melalui kegiatan ini, DMI Sumatera Barat berharap semakin banyak masjid di daerah yang memiliki sistem tata suara berkualitas sehingga mampu menciptakan suasana ibadah yang lebih nyaman, memperkuat fungsi dakwah, sekaligus menjaga keharmonisan dengan masyarakat sekitar.(*/Dyl )
