![]() |
| Evi Yandri |
Padang, Becker.Biz.Id —Video yang memperlihatkan penampilan biduan dengan goyangan erotis pada acara orgen tunggal di kawasan Rimbo Tarok, Kelurahan Kuranji, Kecamatan Kuranji, Kota Padang, viral di media sosial dan menuai kecaman dari berbagai kalangan.
Penampilan yang dinilai tidak sesuai dengan norma kesopanan dan adat Minangkabau itu memicu beragam reaksi di media sosial. Banyak masyarakat menilai pertunjukan tersebut mencoreng citra Kuranji, Kota Padang, hingga Sumatera Barat yang selama ini dikenal menjunjung tinggi nilai adat dan budaya.
Sejumlah tokoh masyarakat juga meminta agar penyelenggaraan hiburan rakyat ke depan lebih memperhatikan norma yang berlaku. Mereka menilai hiburan tetap dapat digelar tanpa mempertontonkan aksi yang mengarah pada pornografi maupun pornoaksi.
Sebelumnya, pemilik orgen tunggal JMD Music telah dipanggil oleh camat bersama aparat kepolisian, Satpol PP, dan pemerintah kelurahan. Dalam pertemuan tersebut, pemilik orgen menyampaikan permohonan maaf atas penampilan yang terjadi dalam acara perayaan ulang tahun tersebut.
Menanggapi peristiwa itu, Wakil Ketua DPRD Sumatera Barat Evi Yandri Rajo Budiman menyatakan aksi tersebut tidak cukup diselesaikan dengan permintaan maaf semata. Menurutnya, kejadian itu telah menimbulkan keresahan masyarakat dan menjadi perhatian luas setelah videonya beredar di media sosial.
"Sebagai anak nagari, saya mengecam keras kejadian ini. Tidak cukup hanya dengan permintaan maaf pelaku," kata Evi Yandri, (30/7/2026).
Ia menilai penampilan yang mengandung unsur erotis berpotensi melanggar norma hukum maupun adat yang berlaku di Sumatera Barat. Karena itu, ia meminta agar kejadian serupa tidak kembali terulang dan mendorong adanya langkah tegas sebagai efek jera.
Selain penanganan oleh aparat, Evi Yandri juga mengusulkan agar persoalan tersebut dibahas melalui mekanisme adat. Menurutnya, lembaga Kerapatan Adat Nagari (KAN) dapat memanggil pihak penyelenggara beserta ninik mamak untuk memberikan sanksi sesuai ketentuan adat yang berlaku di Nagari Pauh IX. (dyl)
