Pasaman Barat, Becker.biz.id — Seorang perempuan berinisial HK (21), warga Kampung Padang Utara, Nagari Air Bangis, Kecamatan Sungai Beremas, Kabupaten Pasaman Barat, diduga menjadi korban penyekapan dan pemaksaan mengonsumsi narkotika jenis sabu. Korban ditemukan warga dalam kondisi linglung pada Kamis (20/8/2026) malam setelah beberapa hari dilaporkan tidak diketahui keberadaannya.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban terakhir kali terlihat pada Sabtu (15/8/2026) setelah diduga bertemu dengan seorang pria berinisial L (30). Setelah pertemuan tersebut, korban disebut tidak lagi pulang ke rumah sehingga pihak keluarga bersama warga melakukan pencarian.
Pencarian yang berlangsung selama beberapa hari akhirnya mengarah ke sebuah rumah di kawasan Air Bangis pada Kamis sore. Saat warga mendatangi rumah tersebut untuk menanyakan keberadaan korban, penghuni rumah awalnya mengaku tidak mengetahui keberadaan HK.
Namun tidak lama kemudian, korban tiba-tiba keluar dari rumah dengan melompat melalui jendela dan berlari ke arah area persawahan di belakang bangunan tersebut. Warga yang berada di lokasi kemudian mengamankan korban dan membawanya ke pihak keluarga.
Menurut keterangan keluarga, kondisi korban saat ditemukan tampak linglung dan mengalami gangguan psikis. Korban juga disebut sempat mengigau serta meminta sabu, sehingga memunculkan dugaan bahwa selama berada di lokasi tersebut korban dipaksa mengonsumsi narkotika.
Dari keterangan awal yang diperoleh keluarga, korban diduga dibawa oleh seorang pria berinisial L dan berada di beberapa lokasi berbeda selama sekitar lima hari. Selain dugaan penyekapan, keluarga juga menduga korban mengalami tindakan kekerasan dan pemaksaan penggunaan narkotika.
Peristiwa tersebut sempat memicu emosi warga. Sejumlah pria yang diduga terkait dengan kejadian itu diamankan masyarakat sebelum akhirnya diserahkan kepada pihak kepolisian untuk diproses lebih lanjut.
Salah seorang yang diamankan diketahui berinisial AZ alias S dan saat ini masih menjalani pemeriksaan di Polsek Sungai Beremas.
Sementara itu, korban telah dievakuasi menggunakan ambulans Puskesmas Air Bangis ke RSUD Pasaman Barat di Jambak guna mendapatkan perawatan medis dan pemeriksaan lebih lanjut.
Kasat Reskrim Polres Pasaman Barat, Iptu A. Agung Ngurah Santa Subrata, membenarkan adanya beberapa orang yang diamankan terkait peristiwa tersebut. Menurutnya, polisi masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap secara pasti kronologi dan dugaan tindak pidana yang terjadi.
"Beberapa orang memang telah diamankan dan saat ini masih dalam proses pemeriksaan. Kami masih melakukan penyelidikan lebih lanjut. Untuk proses hukum, kami menunggu laporan resmi dari korban maupun pihak keluarga," ujarnya.
Hingga berita ini diturunkan, kepolisian masih mendalami keterangan para pihak yang terlibat serta menunggu hasil pemeriksaan korban guna memastikan unsur pidana dalam kasus tersebut. ( Erdiman)
