![]() |
| Kondisi pasca banjir yang membuat rumah rumah masyarakat menjadi rusak |
Padang, Becker.Biz.Id — Banjir yang menerjang Kota Padang bukan hanya meninggalkan genangan, tetapi juga kerusakan rumah dan persoalan bagi warga yang terdampak.
Di Kelurahan Gunung Sarik, Kecamatan Kuranji, masih ada warga yang rumahnya rusak akibat banjir namun belum masuk dalam daftar penerima bantuan tunai tahap pertama.
Kondisi tersebut kini ditindaklanjuti dengan pendataan susulan. Warga terdampak kembali diminta melengkapi data dan dokumen agar kerusakan yang mereka alami dapat tercatat dan diusulkan dalam penyaluran bantuan tahap kedua.
Camat Kuranji Rozaldi Rosman mengatakan, pendataan ulang dilakukan untuk memastikan warga terdampak yang sebelumnya belum terakomodasi tidak kembali terlewat.
"Kami telah melakukan mediasi dan mengundang warga serta pengurus RT dan RW terdampak untuk menyampaikan bantuan sosial susulan tahap kedua," kata Rozaldi.
Di Kecamatan Kuranji sendiri, terdapat 191 rumah terdampak yang telah terdata di tiga kelurahan, yakni Kuranji, Korong Gadang dan Gunung Sarik.
Khusus Gunung Sarik, sebanyak 74 rumah telah masuk dalam pendataan. Namun, jumlah tersebut masih memungkinkan bertambah karena ditemukan warga terdampak yang belum masuk dalam penyaluran bantuan tahap pertama.
Bagi warga, pendataan susulan ini menjadi sangat penting. Sebab, bantuan yang diberikan diharapkan benar-benar menjangkau masyarakat yang mengalami kerusakan rumah akibat bencana.
Kecamatan bersama kelurahan dan pengurus RT/RW kini mengumpulkan kembali dokumen warga yang memenuhi persyaratan. Data tersebut kemudian direkap untuk diteruskan kepada BPKAD Kota Padang sebagai bagian dari proses pencairan bantuan.
"Data tersebut sedang kami rekap untuk dikoordinasikan dan diteruskan kepada BPKAD Kota Padang untuk proses selanjutnya," ujar Rozaldi (13/8/2026).
Bantuan yang menjadi perhatian warga tersebut berupa uang tunai sebesar Rp2 juta bagi rumah yang mengalami kerusakan berat akibat banjir.
Pemerintah berharap proses pendataan tahap kedua dapat berjalan lebih tertib sehingga tidak ada lagi warga terdampak yang memenuhi persyaratan tetapi belum tercatat.
"Harapan kami, pendataan selanjutnya tidak ada kendala lagi ke depannya pada saat bantuan diberikan," kata Rozaldi. (lili)
