Agam, Becker.biz.id — Kebakaran menghanguskan empat unit rumah gadang di Jorong Sungai Rotan, Nagari Batu Taba, Kecamatan Ampek Angkek, Kabupaten Agam, Jumat (21/8/2026) sekitar pukul 23.30 WIB. Akibat peristiwa tersebut, 12 warga dari empat kepala keluarga kehilangan tempat tinggal dan terpaksa mengungsi ke rumah kerabat.
Berdasarkan data yang dihimpun di lokasi, api dengan cepat membesar dan melalap empat rumah gadang nonpermanen serta satu unit dapur yang terhubung dengan rumah permanen. Warga yang mengetahui kejadian itu berupaya memadamkan api sambil menunggu kedatangan petugas pemadam kebakaran.
Beruntung tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa tersebut. Seluruh penghuni rumah berhasil menyelamatkan diri sebelum kobaran api semakin membesar.
Salah seorang korban diketahui merupakan warga lanjut usia yang mengalami kelumpuhan. Korban berhasil dievakuasi oleh keluarga dan warga setempat sebelum api menjalar ke seluruh bangunan.
Untuk menjinakkan kobaran api, petugas mengerahkan empat unit mobil pemadam kebakaran, masing-masing dua unit dari Kabupaten Agam, satu unit dari Kota Bukittinggi, dan satu unit dari Kota Padang Panjang. Setelah beberapa waktu berjibaku di lokasi, api akhirnya berhasil dipadamkan.
Kerugian akibat kebakaran ditaksir mencapai sekitar Rp320 juta. Sementara penyebab pasti kebakaran hingga kini masih dalam penyelidikan pihak berwenang.
Empat keluarga yang terdampak diketahui berasal dari keluarga Yuerli, Hendro, Enizar, dan Desi Susanti. Seluruh korban saat ini mengungsi sementara di rumah sanak keluarga.
Pasca kejadian, Pemerintah Kecamatan Ampek Angkek bersama Pemerintah Nagari Batu Taba langsung melakukan pendataan terhadap korban dan kebutuhan mendesak yang diperlukan. Bantuan darurat berupa kasur, selimut, tikar, dan kebutuhan dasar lainnya telah disalurkan kepada warga terdampak.
Dinas Sosial Kabupaten Agam juga turun langsung ke lokasi bersama Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK), pemerintah nagari, serta unsur masyarakat untuk memastikan kebutuhan para korban terpenuhi selama masa pengungsian.
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Agam, Villa Erdi, mengatakan pihaknya terus berkoordinasi dengan pemerintah nagari dan kecamatan guna memastikan bantuan yang diberikan sesuai dengan kebutuhan warga terdampak.
"Penanganan korban bencana menjadi prioritas agar kebutuhan dasar mereka dapat terpenuhi selama masa pemulihan," ujarnya.
Hingga saat ini, para korban masih membutuhkan dukungan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari sambil menunggu proses pemulihan dan penanganan lanjutan pascakebakaran. (Dedi)
