![]() |
| Ruas jalan kelok 44 yang sempat ambles beberapa waktu lalu |
Agam, Becker.Biz.Id — Ruas Jalan Provinsi Manggopoh–Padang Luar atau Kelok 44 di Kabupaten Agam diproyeksikan memiliki jalur baru sebagai solusi permanen mengatasi kerusakan jalan yang terus mengalami penurunan akibat pergerakan tanah.
Rencana perubahan trase tersebut muncul setelah Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo, meminta Pemerintah Provinsi Sumatera Barat segera menyiapkan usulan jalur alternatif saat meninjau langsung kondisi Kelok 44.
Dalam peninjauan itu, Menteri menemukan sejumlah titik badan jalan mengalami ambles sehingga dinilai tidak lagi ideal untuk dipertahankan sebagai solusi jangka panjang.
Kepala Dinas Bina Marga, Cipta Karya dan Tata Ruang (BMCKTR) Sumbar, Armizoprades, mengatakan pemerintah daerah akan segera menindaklanjuti arahan tersebut dengan menyusun usulan perubahan trase bersama Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN).
Menurutnya, perubahan jalur diharapkan mampu menghadirkan akses jalan yang lebih aman sekaligus mengurangi risiko gangguan lalu lintas akibat kondisi tanah yang labil.
"Atas arahan Bapak Menteri, kami segera berkoordinasi dengan BPJN untuk membahas alternatif perubahan trase beserta kajian teknisnya. Kami juga akan menyiapkan usulan agar proses penanganan dapat segera ditindaklanjuti," katanya (1/8/2026).
Selain menyusun jalur baru, kajian teknis juga akan dilakukan untuk menentukan lokasi yang memiliki kondisi geologi lebih stabil sehingga dapat menjadi solusi jangka panjang bagi pengguna jalan.
Kelok 44 merupakan salah satu ruas strategis yang menghubungkan sejumlah kawasan di Sumatera Barat. Jalan ini tidak hanya dimanfaatkan masyarakat untuk aktivitas sehari-hari, tetapi juga menjadi jalur distribusi barang, hasil pertanian, serta akses menuju kawasan wisata Danau Maninjau.
Dengan adanya rencana perubahan trase, diharapkan mobilitas masyarakat dan arus logistik dapat berlangsung lebih lancar, sekaligus meminimalkan risiko gangguan akibat kerusakan jalan yang selama ini kerap terjadi di sejumlah titik.
Selain meninjau Kelok 44, rombongan Menteri Pekerjaan Umum juga mengunjungi Sabo Dam Batang Tumayo di Nagari Sungai Batang, Kecamatan Tanjung Raya, serta ruas Jalan Sicincin–Malalak untuk melihat perkembangan penanganan infrastruktur di Sumatera Barat pascabencana hidrometeorologi. (erd)
