-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Puskesmas Bawan Hadirkan SAYANG BAWAN, Layanan Aduan Cepat untuk Lindungi Anak dan Remaja

14 August 2026 | 14 August WIB Last Updated 2026-08-14T09:55:32Z
Kepala UPTD Puskesmas Bawan, Nessa Maretta, M.Keb., meluncurkan inovasi layanan SAYANG BAWAN sebagai wadah pengaduan cepat dan perlindungan bagi anak serta remaja yang mengalami kekerasan. Foto: Anizur



Agam, Becker.biz.id — UPTD Puskesmas Bawan menghadirkan inovasi layanan perlindungan anak dan remaja melalui program SAYANG BAWAN (Sistem Aduan dan Layanan Cepat Perlindungan Anak dan Remaja). Program ini menjadi wadah pengaduan bagi anak dan remaja yang mengalami atau mengetahui dugaan kekerasan fisik, psikis, maupun seksual.


Kepala UPTD Puskesmas Bawan, Nessa Maretta, M.Keb, mengatakan layanan tersebut dibentuk sebagai respons terhadap masih banyaknya kasus kekerasan yang tidak terungkap karena korban memilih diam akibat rasa takut, malu, tekanan lingkungan, atau tidak mengetahui ke mana harus melapor.


“Keberhasilan program ini tidak hanya bergantung pada pelayanan kesehatan. Penanganan kasus kekerasan terhadap anak membutuhkan sinergi lintas sektor agar korban mendapatkan perlindungan dan pendampingan secara utuh,” ujar Nessa.


Melalui SAYANG BAWAN, masyarakat dapat menyampaikan pengaduan melalui QR Code maupun hotline yang telah disediakan. Setiap laporan dijamin kerahasiaannya dan akan ditindaklanjuti sesuai dengan kondisi serta kebutuhan korban.


Puskesmas Bawan juga membentuk tim khusus yang bertugas menerima laporan, melakukan pendampingan awal, serta menghubungkan korban dengan layanan yang diperlukan. Dalam pelaksanaannya, program ini melibatkan berbagai pihak, mulai dari sekolah, guru Bimbingan Konseling (BK), kepolisian, hingga lembaga perlindungan anak.


Kolaborasi lintas sektor tersebut dinilai penting karena penanganan kasus kekerasan terhadap anak tidak hanya menyangkut aspek kesehatan, tetapi juga psikologis, sosial, pendidikan, dan hukum.


Selain menjadi sarana pengaduan, SAYANG BAWAN juga berperan sebagai media edukasi bagi anak dan remaja. Melalui program ini, mereka diajak mengenali berbagai bentuk kekerasan, memahami situasi yang berpotensi membahayakan, berani meminta pertolongan, serta mengetahui mekanisme pelaporan yang tersedia.


“Kita ingin membangun keberanian untuk berbicara dan melapor. Anak-anak harus mengetahui bahwa ketika mereka menghadapi persoalan, ada pihak yang siap mendengar, melindungi, dan membantu,” kata Nessa.


Puskesmas Bawan turut mengajak orang tua, guru, sekolah, dan masyarakat untuk menjadi bagian dari upaya perlindungan anak dengan berperan sebagai “radar” yang peka terhadap tanda-tanda kekerasan di lingkungan sekitar.


Melalui slogan “Berani Lapor, Bersama Kita Lindungi Anak dan Remaja”, program SAYANG BAWAN diharapkan mampu mempersempit ruang terjadinya kekerasan serta menciptakan lingkungan yang aman dan ramah bagi anak dan remaja.


Dengan hadirnya layanan ini, anak-anak diharapkan tidak lagi menghadapi persoalan kekerasan sendirian, melainkan mendapatkan dukungan, perlindungan, dan pendampingan yang mereka butuhkan. Anizur

×
Berita Terbaru Update