![]() |
| Ini dia unggahan aDishub Agam memperkenalkan SIAP LALIN yang disorot netizen (Foto : Anizur) |
Agam, Becker.Biz.Id – Unggahan Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Agam yang awalnya memperkenalkan inovasi absensi digital petugas lalu lintas justru berbuntut panjang. Bukan soal teknologinya yang ramai dipersoalkan, melainkan cara admin akun Facebook resmi instansi tersebut menjawab komentar warga.
Dalam unggahannya pada Sabtu (1/8/2026), Dishub Agam memperkenalkan SIAP LALIN (Sistem Informasi Absensi Petugas Lalu Lintas). Sistem tersebut diklaim membuat pelaporan kehadiran petugas lapangan lebih cepat, mudah, akurat, terdokumentasi, serta bisa dipantau secara real time.
“Inovasi ini merupakan komitmen Dinas Perhubungan Kabupaten Agam dalam mendukung transformasi digital dan mewujudkan pelayanan publik yang semakin profesional, transparan, dan akuntabel,” tulis akun tersebut. Unggahan ditutup dengan slogan, “SIAP LALIN, Hadir Tercatat, Kinerja Meningkat.”
Namun kolom komentar unggahan tersebut kemudian berubah menjadi ruang kritik. Sejumlah warganet mempertanyakan keberadaan petugas Dishub di kawasan Pasar Padang Lua, Kecamatan Banuhampu, yang dikenal sebagai salah satu titik rawan kemacetan.
Akun Ismael Banua menulis, “Oo iya pak... Petugas yang Padang Lua sudah tidak ada lagi, tapi pemerintah Agam ingin mengurai macet.” Komentar senada disampaikan akun Yusiano Putra II. “Mantap. Tapi kok petugas Dishub yang stand by di depan Pasar Padang Lua kok sekarang sering nggak ada, sejak sistem ini berjalan,” tulisnya.
Admin Dishub Agam kemudian menanyakan waktu petugas tidak terlihat. “Jam berapa bapak pantau tidak ada petugas? Akan jadi catatan bagi kami,” jawab akun tersebut. Yusiano membalas bahwa dirinya setiap hari berada di Pasar Padang Lua dan mengklaim sudah sekitar satu minggu tidak melihat petugas Dishub. Ia bahkan meminta sistem absensi tersebut dievaluasi.
Perdebatan semakin ramai setelah akun Detri Det ikut berkomentar bahwa petugas hanya “sekali-sekali” terlihat. Yusiano kembali menimpali bahwa sebelumnya petugas rutin terlihat, namun belakangan menurut pengamatannya sudah tidak tampak.
Situasi memanas ketika akun resmi Dinas Perhubungan Agam memberikan jawaban kepada Yusiano. “Masih rutin sampai sekarang Pak, kami ada bukti laporan petugas lapangan setiap hari, JANGAN ASAL KOMEN!!” tulis akun tersebut.
Kalimat terakhir itulah yang kemudian menuai sorotan. Yusiano menilai informasi yang disampaikannya seharusnya dapat dijadikan bahan evaluasi, bukan dibalas dengan nada yang dianggap menyerang. Ia juga meminta Dishub mengecek langsung kondisi di Pasar Padang Lua dan mengonfirmasi kepada pihak pengelola pasar.
Sorotan juga datang dari akun Leo Nardo. Ia meminta pengelola akun resmi Dishub Agam lebih profesional dalam berkomunikasi dengan masyarakat. Menurutnya, penggunaan frasa “JANGAN ASAL KOMEN!!” dengan huruf kapital dan tanda seru ganda dapat dipersepsikan sebagai respons emosional dan kurang tepat digunakan akun resmi pemerintah.
“Akun resmi instansi negara wajib menjadi teladan, bersikap sabar, dan melayani publik dengan santun, bukan mendebat dengan nada marah,” tulis Leo. Menurutnya, laporan maupun kritik masyarakat semestinya diterima sebagai informasi awal untuk diperiksa dan menjadi bahan evaluasi pelayanan di lapangan.
Di sisi lain, jawaban Dishub dalam kolom komentar tersebut juga menunjukkan pihaknya membantah tudingan bahwa petugas tidak lagi rutin berada di lapangan. Dishub menyebut memiliki bukti laporan petugas setiap hari. Perbedaan antara laporan administrasi dan pengamatan warga di lapangan inilah yang dinilai perlu diklarifikasi lebih lanjut.
Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan terpisah dari pejabat Dinas Perhubungan Kabupaten Agam terkait polemik tersebut.
Publik kini bukan hanya menunggu penjelasan soal keberadaan petugas di Pasar Padang Lua, tetapi juga evaluasi pengelolaan komunikasi akun resmi pemerintah agar kritik masyarakat dapat dijawab dengan data dan bahasa yang lebih santun. (Anz)
