-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Sampah Jadi Sorotan, Berbagai Pihak Bergerak Selamatkan Kawasan Wisata Kayu Aro

15 August 2026 | 15 August WIB Last Updated 2026-08-15T06:53:38Z
Tumpukan sampah yang berserakan di pinggir jalan kawasan Kebun Teh Kayu Aro, Kabupaten Kerinci, menjadi sorotan berbagai pihak. Foto: Wanda 


Kerinci, Becker.biz.id  — Persoalan sampah di kawasan Kayu Aro, Kabupaten Kerinci, menjadi perhatian berbagai pihak. Melalui kegiatan Petani dan Pendaki Peduli Gunung Kerinci, masyarakat, komunitas, dunia pendidikan, pelaku usaha, hingga jejaring internasional diajak berkolaborasi menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan di kawasan wisata tersebut.


Kegiatan yang berlangsung sebagai bagian dari gerakan peduli lingkungan itu melibatkan sejumlah elemen, di antaranya ALKO, Universitas Andalas, Universitas Jambi, Universitas Merangin, SDN 175 Batang Sangir, Komunitas CB, PSHT, Prima Agro, serta Gerakan Peduli Lingkungan Bersih (GPLBP).


Tidak hanya melibatkan peserta dari dalam negeri, kegiatan tersebut juga mendapat dukungan dari jejaring internasional. Sejumlah perwakilan dari Jepang seperti Mizuwa, Unicom Coffee Jepang, dan Rasa Nobang turut hadir. Kegiatan ini juga mendapat dukungan dari Rabobank Jepang.


Keterlibatan berbagai pihak menunjukkan bahwa persoalan sampah tidak hanya berkaitan dengan kebersihan lingkungan semata, tetapi juga menyangkut kesehatan masyarakat, kenyamanan, citra daerah, serta keberlanjutan sektor pariwisata.


Sebagai salah satu kawasan wisata unggulan di Kerinci, Kayu Aro dikenal dengan hamparan perkebunan teh dan panorama Gunung Kerinci yang menjadi daya tarik wisatawan. Keindahan tersebut dinilai perlu dijaga bersama agar tetap menjadi aset berharga bagi daerah.


Anggota GPLBP, Edwin Steven, mengatakan pihaknya selama ini aktif melakukan berbagai kegiatan lingkungan, mulai dari penanaman pohon hingga aksi bersih-bersih kawasan.


“Kalau buang sampah itu pada tempatnya. Jangan di sembarang tempat atau di pinggir jalan karena akan menyusahkan banyak orang,” ujarnya.


Menurut Edwin, komunitasnya telah melakukan penghijauan di sepanjang kawasan Kebun Teh menuju Batang Sangir hingga Sungai Jambu. Pohon-pohon yang ditanam beberapa tahun lalu kini telah tumbuh dan memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar.


Ia menilai upaya penghijauan harus berjalan seiring dengan peningkatan kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan. Karena itu, ia mendorong pemerintah daerah dan instansi terkait untuk lebih aktif dalam penanganan persoalan sampah.


“Pemerintah harus lebih tegas dan lebih bergerak lagi dalam mengurus persoalan sampah bersama ini,” katanya.


Edwin menegaskan, pengelolaan sampah bukan hanya tanggung jawab komunitas atau pemerintah, melainkan membutuhkan peran seluruh elemen masyarakat, termasuk pelaku usaha, lembaga pendidikan, wisatawan, dan warga yang beraktivitas di kawasan tersebut.


Edukasi Lingkungan untuk Generasi Muda


Kegiatan ini juga menjadi sarana edukasi bagi anak-anak untuk menanamkan kepedulian terhadap lingkungan sejak dini. Salah satunya dirasakan oleh Syafiq Reska Aditya (10), siswa SDN 175 Batang Sangir yang ikut terlibat dalam aksi bersih-bersih.


“Seru,” ujar Syafiq saat ditanya mengenai kesannya mengikuti kegiatan tersebut.


Ia juga mengajak teman-temannya untuk tidak membuang sampah sembarangan.


“Ayo kawan-kawan, jangan buang sampah sembarangan. Buanglah sampah pada tempatnya supaya Kayu Aro tetap bersih dan sehat,” katanya.


Melalui keterlibatan langsung dalam kegiatan lapangan, peserta didik diharapkan dapat memahami pentingnya menjaga lingkungan dan menjadikannya sebagai kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari.


Menjaga Kebersihan untuk Masa Depan Pariwisata


Gerakan kebersihan yang dilakukan di Kayu Aro juga menjadi bagian dari upaya menjaga keberlanjutan sektor pariwisata Kerinci. Keindahan alam yang menjadi daya tarik utama wisatawan dapat terancam apabila lingkungan tidak terjaga dan dipenuhi sampah.


Karena itu, masyarakat diajak tidak hanya membersihkan sampah yang sudah ada, tetapi juga mengubah perilaku dengan tidak membuang sampah sembarangan, membawa kembali sampah yang dihasilkan, serta memanfaatkan fasilitas pengelolaan sampah yang tersedia.


Kegiatan gotong royong tersebut memperlihatkan bahwa pelestarian lingkungan dapat menjadi ruang kolaborasi berbagai kelompok dengan kepentingan yang berbeda. Mulai dari petani yang ingin menjaga lingkungan produksi, komunitas yang peduli terhadap alam, dunia pendidikan yang berperan dalam edukasi, hingga pelaku usaha yang berkepentingan terhadap keberlanjutan ekonomi daerah.


Melalui semangat kebersamaan, seluruh pihak diharapkan dapat berkontribusi menjaga Kerinci tetap bersih, sehat, dan indah. Sebab, Gunung Kerinci dan kawasan Kayu Aro merupakan aset bersama yang keberlangsungannya bergantung pada kepedulian semua pihak. (Wanda)

×
Berita Terbaru Update