![]() |
| Gunung Anak Krakatau mengalami erupsi, Sabtu (5/9/2026), menyemburkan abu vulkanik dan pijaran ke udara. (Foto: Joni) |
Lampung Selatan, Becker.biz.id– Gunung Anak Krakatau kembali mengalami erupsi pada Sabtu (5/9/2026). Aktivitas vulkanik tersebut memicu semburan abu ke udara dan menyebabkan sebaran abu vulkanik di sejumlah wilayah sekitar Selat Sunda.
Pantauan aktivitas gunung api menunjukkan erupsi masih terjadi dengan intensitas yang terus dipantau oleh petugas. Kondisi ini membuat masyarakat yang beraktivitas di sekitar kawasan gunung diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bahaya yang dapat ditimbulkan.
Pihak berwenang mengimbau masyarakat, nelayan, maupun wisatawan agar tidak mendekati kawah aktif Gunung Anak Krakatau dalam radius 3 kilometer dari pusat erupsi. Imbauan tersebut disampaikan untuk menghindari risiko paparan material vulkanik maupun kemungkinan terjadinya aktivitas lanjutan.
Selain itu, warga yang berada di wilayah terdampak abu vulkanik diminta menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan guna mengurangi dampak gangguan pernapasan akibat partikel abu yang terbawa angin.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) bersama instansi terkait terus melakukan pemantauan terhadap arah dan sebaran abu vulkanik. Hasil pemantauan tersebut menjadi dasar dalam penyampaian informasi kepada masyarakat, termasuk untuk mengantisipasi dampak terhadap aktivitas penerbangan dan transportasi di sekitar wilayah terdampak.
Meski situasi masih terkendali, masyarakat diimbau tetap tenang dan tidak mudah percaya pada informasi yang belum terverifikasi. Warga diminta mengikuti perkembangan informasi melalui saluran resmi pemerintah dan segera mematuhi arahan petugas apabila terjadi perubahan kondisi di lapangan.
Hingga saat ini, belum ada laporan mengenai korban jiwa akibat aktivitas erupsi tersebut. Namun, pengawasan dan pemantauan terus dilakukan guna memastikan keselamatan masyarakat di sekitar kawasan Gunung Anak Krakatau. ( Joni)
