Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Banjir Rendam Sejumlah Wilayah Tapteng, 37 Warga Dievakuasi ke Tempat Aman

14 September 2026 | September 14, 2026 WIB Last Updated 2026-09-13T23:21:25Z

 

Petugas sedang mengevakuasi warga dari kepungan banjir. (H.Sihombing)

Tapanuli Tengah, Becker.biz.id — Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Tapanuli Tengah, Minggu (13/9/2026) sore, membuat warga di sejumlah wilayah harus menghadapi kenaikan air yang cukup cepat.

Banjir terjadi di Kecamatan Tukka, Badiri dan Sarudik. Sejumlah rumah warga terdampak, sementara beberapa ruas jalan utama ikut tergenang dan mengganggu aktivitas serta mobilitas masyarakat.

Di Kelurahan Sipange, Kecamatan Tukka, kondisi air meningkat dalam waktu singkat. Sekitar pukul 15.43 WIB, air sudah mencapai lutut orang dewasa. Tak sampai setengah jam kemudian, ketinggian air di sekitar Gereja HKBP Sipange mencapai sekitar satu meter.

Situasi semakin mengkhawatirkan pada pukul 16.17 WIB ketika air mencapai dada orang dewasa. Warga kemudian dievakuasi ke lokasi yang lebih aman.

Sebanyak 15 kepala keluarga dengan total 37 jiwa, terdiri dari tujuh anak-anak dan 30 orang dewasa, berhasil dievakuasi ke Gereja HKBP Sipange.

Di Kelurahan Lopian, Kecamatan Badiri, luapan Sungai Lopian juga menggenangi jalan raya. Air setinggi lutut orang dewasa sempat membuat kendaraan roda dua dan roda empat tidak dapat melintas di sekitar simpang Gereja GPDI.

Kondisi serupa terjadi di Kecamatan Sarudik. Debit Sungai Sarudik meningkat hingga sekitar dua meter. Air bahkan masuk ke rumah warga di Lingkungan 8 sehingga masyarakat memilih mengungsi secara mandiri ke tempat yang dianggap lebih aman.

Banjir juga berdampak pada sejumlah akses masyarakat. Ruas Tambah Udang–Muara Nibung–Pandan tergenang sekitar 30 sentimeter dan menyebabkan arus kendaraan tersendat. Jalan Baru, tepatnya Jalan Jenderal Feisal Tanjung menuju Kantor BPBD, juga tergenang hingga setinggi lutut orang dewasa.

Menanggapi kondisi tersebut, personel BPBD Tapanuli Tengah bersama Satpol PP, Dinas Perhubungan, Pos SAR Sibolga, serta unsur TNI dan Polri turun membantu warga yang terdampak.

Plt Kepala Pelaksana BPBD Tapanuli Tengah Agus Harianto mengatakan, evakuasi dilakukan dengan mengutamakan keselamatan warga, khususnya masyarakat yang berada di titik dengan genangan tinggi.

Setelah hujan mulai mereda sekitar pukul 17.17 WIB, air di sejumlah lokasi mulai berangsur surut. Meski demikian, petugas masih berada di lapangan untuk memantau kondisi warga dan mengantisipasi kemungkinan air kembali naik.

Masyarakat di wilayah yang masih berpotensi terdampak diimbau tetap waspada, terutama saat hujan kembali turun dan debit sungai meningkat. (H. Sihombing)

×
Berita Terbaru Update