| Wali Kota Zulmaeta melalui apel bersama yang dilanjutkan dengan penanaman bawang merah di halaman Kantor Wali Kota Payakumbuh, baru-baru ini. |
Payakumbuh, Becker.biz.id — Wali Kota Payakumbuh Zulmaeta mengajak seluruh elemen pemerintahan dan masyarakat untuk mengambil peran aktif dalam pengendalian inflasi melalui penguatan produksi pangan daerah. Langkah ini diwujudkan melalui program inovatif PETANI BERDASI (Petani Bersama Pemerintah Daerah Mengendalikan Inflasi), yang mentransformasikan Aparatur Sipil Negara (ASN) dari sekadar konsumen menjadi produsen pangan mandiri.
Program pertanian perkotaan (urban farming) ini resmi diluncurkan oleh Wali Kota Zulmaeta melalui apel bersama yang dilanjutkan dengan penanaman bawang merah di halaman Kantor Wali Kota Payakumbuh, baru-baru ini.
Peluncuran PETANI BERDASI juga dirangkaikan dengan penguatan program pertanian hamparan GraNILA JARWO (Gratis Benih Berlabel dengan Sistem Penanaman Jajar Legowo) untuk mendongkrak produksi dan produktivitas padi di Kota Payakumbuh.
Dalam sambutannya, Zulmaeta menegaskan bahwa PETANI BERDASI merupakan komitmen nyata pemerintah daerah dalam merespons gejolak harga pangan, khususnya bawang merah yang sering menjadi pemicu inflasi akibat ketergantungan pasokan dari luar daerah.
Zulmaeta menyampaikan bahwa melalui inovasi ini, sebanyak 2.300 ASN Pemko Payakumbuh ditransformasikan dari sekadar konsumen menjadi produsen mandiri (prosumer).
Ia menjelaskan bahwa gerakan ini bukan sekadar aktivitas menanam biasa, melainkan upaya membangun kesadaran kolektif bahwa pengendalian inflasi adalah tanggung jawab bersama. Sebagai bentuk aksi nyata, setiap ASN dibagikan satu polybag media tanam beserta dua Benih Siap Tanam (BST) bawang merah varietas unggul untuk dirawat di lingkungan pekarangan kantor masing-masing.
Keberadaan tanaman bawang merah di area perkantoran pemerintah ini juga ditujukan sebagai media pembelajaran serta percontohan langsung bagi masyarakat.
Zulmaeta menambahkan bahwa ASN belajar secara langsung bahwa pangan yang dikonsumsi membutuhkan proses, perawatan, dan kerja keras. Ketika masyarakat datang mengurus administrasi ke kantor pemerintah, mereka dapat melihat contoh nyata bahwa ASN ikut menanam bawang merah.
Ia berharap gerakan ini mampu memberikan efek domino hingga ke rumah tinggal para ASN, lingkungan tetangga, dan masyarakat sekitar, sehingga tumbuh menjadi budaya ketahanan pangan lokal.
Untuk memastikan keberlanjutan program, para kepala perangkat daerah diimbau menyisipkan agenda perawatan tanaman dalam kegiatan apel pagi rutin, sekaligus mendokumentasikan perkembangannya sebagai bagian dari pemantauan program secara berkala.
Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Pertanian Kota Payakumbuh Nila Misna menjelaskan bahwa program PETANI BERDASI diintegrasikan secara terpadu dengan program GraNILA JARWO sebagai intervensi pertanian hamparan pada Tahun Anggaran 2026.
Program GraNILA JARWO menyasar lahan Kerangka Sampel Area (KSA) dan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) dengan target luas mencapai 250 hektare.
Nila menerangkan bahwa program ini mengintegrasikan tiga bantuan utama secara terpadu, yaitu penyediaan benih unggul bersertifikat sebanyak 25 kg per hektar (seperti varietas Junjuang, Cilalek, dan Batang Piaman), bantuan pupuk kompos (DKOMPOS) sebagai pembenah kualitas tanah, serta bantuan upah tanam untuk meringankan beban biaya tenaga kerja petani.
Ia menekankan bahwa keberhasilan program ini sangat bergantung pada kepatuhan petani terhadap teknis budidaya. Pengolahan lahan dan persemaian harus dilakukan secara optimal, diikuti penanaman bibit muda berumur 15 hingga 21 Hari Setelah Semai (HSS) dengan kepadatan satu hingga dua batang per lubang tanam.
Selain itu, penanaman menerapkan pola Jajar Legowo (2-1 atau 4-1) guna mendukung sirkulasi udara, pencahayaan, dan pemeliharaan tanaman secara optimal. Seluruh rangkaian kegiatan ini akan dikawal langsung oleh Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) bersama Tim Monitoring dan Evaluasi.
Melalui penguatan urban farming di lingkungan ASN dan peningkatan efisiensi budidaya padi kelompok tani, Pemko Payakumbuh menempatkan strategi pengendalian inflasi tidak hanya pada aspek distribusi dan harga, tetapi juga fokus pada penguatan produksi pangan daerah.
Dan diharapkan dapat memperkuat ketahanan pangan, mengurangi ketergantungan pasokan luar daerah, menjaga stabilitas harga, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kota Payakumbuh secara menyeluruh. (BD)