-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Korban Dugaan Keracunan MBG di Palupuh Bertambah Jadi 388 Orang

03 September 2026 | 03 September WIB Last Updated 2026-09-03T05:06:58Z
Siswa beserta tenaga pendidik di Kecamatan Palupuh, Kabupaten Agam, yang mengalami keluhan kesehatan diduga keracunan makanan program Makan Bergizi Gratis, Rabu (2/9/2026).  
(Foto:Anizur)



Agam, Becker.biz.id  — Jumlah korban dugaan keracunan yang diduga terkait program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Palupuh, Kabupaten Agam, terus bertambah. Hingga Rabu (2/9/2026) sore, tercatat sebanyak 388 orang yang terdiri dari peserta didik dan tenaga pendidik mengalami keluhan kesehatan setelah mengonsumsi makanan yang disalurkan melalui program tersebut.


Berdasarkan data yang dihimpun di lapangan, para korban berasal dari sejumlah sekolah tingkat TK, SD, hingga SMP di Kecamatan Palupuh. Mereka dilaporkan mengalami gejala seperti sakit perut, mual, muntah, serta gangguan pencernaan lainnya.


Kepala Seksi Ketenteraman dan Ketertiban (Kasi Trantib) Kecamatan Palupuh, Indra Jaya, mengatakan laporan pertama mulai diterima pada Senin (31/8/2026). Sejak itu, jumlah korban terus bertambah seiring pendataan yang dilakukan oleh tim gabungan.


“Data sementara peserta didik TK, SD dan SMP sebanyak 364 orang, sedangkan guru SD dan SMP 24 orang. Jadi totalnya 388 orang yang terindikasi,” ujarnya saat dikonfirmasi, Rabu.


Menurutnya, seluruh data korban masih bersifat sementara karena proses pendataan dan verifikasi masih terus dilakukan oleh pihak terkait. Tim dari pemerintah kecamatan bersama instansi kesehatan juga terus memantau kondisi para korban di masing-masing sekolah maupun fasilitas kesehatan.


Sejumlah siswa yang mengalami gejala dilaporkan telah mendapatkan penanganan medis. Sementara itu, sampel makanan yang diduga menjadi penyebab kejadian tersebut telah diamankan untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut guna memastikan sumber penyebabnya.


Pemerintah Kecamatan Palupuh bersama pihak terkait saat ini masih melakukan investigasi dan penelusuran terhadap distribusi makanan yang dikonsumsi para siswa. Hasil pemeriksaan laboratorium nantinya akan menjadi dasar untuk menentukan penyebab pasti kejadian tersebut.


Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi mengenai hasil uji sampel makanan maupun penyebab pasti ratusan peserta didik dan tenaga pendidik mengalami keluhan kesehatan tersebut. Pemerintah mengimbau masyarakat untuk menunggu hasil investigasi dan pemeriksaan laboratorium yang sedang berlangsung. ( Anizur)

×
Berita Terbaru Update