Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Muhidi Dorong KWT Jadikan Pekarangan Rumah sebagai Sumber Pangan Keluarga

19 September 2026 | September 19, 2026 WIB Last Updated 2026-09-19T07:41:49Z

 

Ketua DPRD Sumbar, Muhidi

Padang, Becker.biz.id— Ketua DPRD Provinsi Sumatera Barat, Drs. H. Muhidi, M.M., mendorong Kelompok Wanita Tani (KWT) memanfaatkan lahan pekarangan rumah secara produktif untuk memperkuat ketahanan pangan keluarga.


Dorongan itu disampaikan Muhidi saat menjadi narasumber Bimbingan Teknis (Bimtek) Optimalisasi Pemanfaatan Lahan Pekarangan bagi KWT penerima bantuan bibit tanaman, unggas dan pakan tahun 2026, yang digelar melalui kolaborasi dengan Dinas Pangan Provinsi Sumatera Barat.


Menurut Muhidi, pekarangan rumah memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi sumber pangan keluarga. Tidak diperlukan lahan yang luas untuk memulai kegiatan tersebut.


Ia mengatakan, berbagai tanaman pangan dapat dibudidayakan di sekitar rumah, sementara pemeliharaan unggas juga dapat dilakukan sesuai kondisi dan kemampuan masing-masing kelompok.


“Jangan biarkan pekarangan menjadi lahan tidur. Kalau bisa menghasilkan pangan, kenapa harus dibiarkan kosong?” ujar Muhidi.


Ia menilai pemanfaatan pekarangan menjadi langkah sederhana yang dapat membantu keluarga memenuhi kebutuhan pangan sekaligus mengurangi sebagian pengeluaran rumah tangga.


Program tersebut juga diarahkan untuk memperkuat Kebun B2SA, yakni penyediaan pangan yang Beragam, Bergizi Seimbang dan Aman.


Muhidi mengapresiasi keterlibatan KWT yang selama ini ikut menggerakkan kegiatan pertanian dan ketahanan pangan berbasis keluarga. Menurutnya, KWT memiliki posisi penting karena dapat memulai penguatan ketahanan pangan dari lingkungan terkecil, yakni rumah tangga.


Namun, Muhidi mengingatkan agar bantuan berupa bibit tanaman, unggas dan pakan tidak berhenti setelah diterima kelompok. Bantuan tersebut harus dirawat dan dikembangkan secara berkelanjutan sehingga memberikan manfaat bagi anggota KWT maupun keluarga.


Ia juga mendorong anggota KWT menjaga kekompakan dalam mengelola bantuan. Pengelolaan secara bersama dinilai dapat mempermudah pengembangan kegiatan sekaligus membuka peluang ekonomi bagi kelompok.


Dalam kegiatan Bimtek, peserta juga diberi kesempatan berdialog dan menyampaikan persoalan yang dihadapi di lapangan.


Salah satunya Mursida, peserta dari Kelurahan Korong Gadang, Kecamatan Kuranji, yang menanyakan persoalan teknis dalam beternak ayam. Pertanyaan tersebut menunjukkan kebutuhan peserta terhadap pengetahuan praktis agar bantuan unggas dapat dikelola dengan baik.


Muhidi menilai pengetahuan, keterampilan, pendampingan dan kekompakan kelompok menjadi bagian penting dalam keberlanjutan program ketahanan pangan.


DPRD Sumatera Barat, kata Muhidi, terus mendukung program pemberdayaan perempuan dan ketahanan pangan berbasis masyarakat. Melalui pengelolaan pekarangan yang produktif, Kebun B2SA diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan pangan sekaligus memperkuat ekonomi keluarga. (lili)

×
Berita Terbaru Update