![]() | |
|
Padang, Becker.Biz.Id — Pemerintah bersama pihak terkait mulai mendorong percepatan pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera ruas Bukittinggi–Sicincin dengan fokus pada penyelesaian tahapan pembebasan lahan. Proses yang sebelumnya membutuhkan waktu panjang diharapkan dapat diselesaikan lebih cepat sehingga pembangunan fisik segera berjalan.
Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Andre Rosiade, mengatakan pengalaman pembangunan ruas Padang–Sicincin menjadi pembelajaran agar proses persiapan ruas Bukittinggi–Sicincin tidak berjalan berlarut-larut.
“Kalau yang Padang–Sicincin prosesnya bertahun-tahun, kita berharap yang ini bisa diselesaikan dalam hitungan bulan. Tentu dengan dukungan semua pihak dan komunikasi yang baik dengan masyarakat,” ujar Andre dalam rapat persiapan dan percepatan pembangunan ruas Bukittinggi–Sicincin di Kantor BPJN Sumatera Barat, Jati, Kota Padang, Kamis (10/9/2026).
Menurut Andre, salah satu langkah yang dilakukan adalah memastikan trase pembangunan telah memiliki kejelasan. Trase terbaru tidak lagi melewati kawasan Kubang Putih dan dirancang dengan mempertimbangkan keberadaan permukiman masyarakat.
Sementara itu, titik exit tol direncanakan berada di kawasan Pasar Amor, Kabupaten Agam. Untuk kawasan tertentu seperti Banuhampu, konektivitas masyarakat akan didukung melalui jaringan bypass.
“Ndak ado kampung dibelah (tidak ada kampung yang akan dibelah),” tegasnya.
Andre mengatakan percepatan pembebasan lahan akan tetap dilakukan melalui komunikasi dengan masyarakat dan ninik mamak. Ia bersama Pemerintah Provinsi Sumatera Barat berencana turun langsung ke jorong-jorong yang terdampak untuk menjelaskan rencana pembangunan sekaligus menyerap aspirasi masyarakat.
Pemerintah Provinsi Sumatera Barat menyatakan siap membantu memperlancar proses tersebut. Sekretaris Daerah Provinsi Sumbar, Arry Yuswandi, mengatakan pemerintah daerah akan mengambil peran dalam sosialisasi dan pendekatan kepada masyarakat terdampak.
“Pemerintah Provinsi Sumatera Barat siap turun langsung ke lapangan, melakukan pendekatan secara persuasif dan berdialog dengan masyarakat serta ninik mamak yang terdampak,” kata Arry.
Ia mengatakan percepatan tetap harus dilakukan dengan memperhatikan kepentingan masyarakat, terutama dalam proses pembebasan lahan. Pemerintah daerah akan mengawal tahapan sosialisasi, pembebasan lahan hingga penetapan lokasi agar berjalan secara terkoordinasi.
Rencana pembangunan tersebut dibahas bersama Pemerintah Kabupaten Agam, Kementerian Pekerjaan Umum melalui BPJN Sumbar dan PT Hutama Karya (Persero) selaku pengembang Jalan Tol Trans Sumatera.
Dengan trase yang telah disiapkan dan dukungan lintas pihak, percepatan ruas Bukittinggi–Sicincin diharapkan dapat segera memasuki tahapan pembangunan berikutnya. ( bud)
