![]() |
| Kinerja Pelabuhan Batam Terus Meningkat, General Cargo Tembus 9,5 Juta Ton dan Penumpang Capai 7,5 Juta Orang |
BATAM, BECKER.BIZ.ID – Badan Pengusahaan (BP) Batam mencatat pertumbuhan positif kinerja kepelabuhanan sepanjang Januari hingga September 2026 atau Triwulan III. Peningkatan tersebut terlihat dari sektor operasional maupun finansial, sekaligus memperkuat posisi Batam sebagai salah satu simpul logistik dan konektivitas maritim strategis di tingkat internasional.
Direktur Badan Pengelolaan dan Pengusahaan Kepelabuhanan BP Batam, Benny Syahroni, menyampaikan bahwa hingga akhir September 2026, penerimaan jasa kepelabuhanan mencapai Rp365,56 miliar atau sekitar 75 persen dari target tahunan sebesar Rp490,15 miliar. Capaian tersebut meningkat 3 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Benny menjelaskan, aktivitas logistik maritim di Batam terus menunjukkan perkembangan. Volume bongkar muat general cargo tercatat mencapai 9.518.956 ton atau meningkat 11 persen secara tahunan (year-on-year/YoY), dengan pertumbuhan kargo domestik sebesar 20 persen.
Sementara itu, arus peti kemas mencapai 627.493 TEUs atau tumbuh 8 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Realisasi tersebut telah mencapai 83 persen dari target tahunan sebanyak 750.000 TEUs.
Secara khusus, Terminal Umum Batu Ampar mencatat volume general cargo sebesar 1.580.343 ton atau mencapai 117 persen dari target tahunan sebesar 1,35 juta ton. Capaian tersebut masuk kategori sangat baik karena telah melampaui target yang ditetapkan.
Adapun Terminal Umum Curah Cair Kabil mencatat volume sebesar 3.255.252 ton atau mencapai 93 persen dari target tahunan.
Tidak hanya sektor logistik barang, mobilitas penumpang laut dan kunjungan kapal juga menunjukkan peningkatan. Hingga September 2026, jumlah penumpang domestik dan internasional mencapai 7.506.730 orang atau tumbuh 8 persen secara tahunan. Angka tersebut telah memenuhi 86 persen dari target tahunan sebanyak 8,75 juta penumpang.
Dari jumlah tersebut, penumpang domestik tercatat sekitar 3,38 juta orang atau meningkat 10 persen, sedangkan penumpang internasional mencapai 4,12 juta orang atau tumbuh 6 persen.
Kinerja kunjungan kapal juga mengalami perkembangan. Total panggilan kapal barang dan penumpang mencapai 82.677 kali atau meningkat 1 persen. Sementara itu, total bobot kapal melonjak 17,68 persen menjadi 62.382.360 Gross Tonnage (GT). Khusus kapal barang, bobotnya meningkat 21 persen menjadi 47,14 juta GT.
Anggota/Deputi Bidang Pengusahaan BP Batam, Denny Tondano, mengapresiasi peningkatan kinerja operasional dan komersial kepelabuhanan yang dinilai semakin berkembang menjelang akhir tahun.
Menurutnya, realisasi penerimaan sebesar 75 persen, capaian general cargo Terminal Umum Batu Ampar hingga 117 persen, serta peningkatan bobot kapal barang sebesar 21 persen menunjukkan perkembangan aktivitas bisnis kepelabuhanan di Batam.
Ia menegaskan, BP Batam akan terus mengoptimalkan pemanfaatan aset pelabuhan komersial melalui tata kelola yang profesional dan transparan. Upaya tersebut diharapkan mampu meningkatkan nilai tambah bagi perekonomian daerah sekaligus penerimaan negara.
Sementara itu, Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra, menekankan pentingnya peningkatan standar pelayanan publik dan keselamatan pelayaran di tengah tingginya mobilitas penumpang maupun barang.
Menurutnya, jumlah penumpang laut yang telah mencapai 7,5 juta orang hingga September 2026 semakin menegaskan peran Batam sebagai salah satu pintu gerbang perlintasan orang di Indonesia.
Karena itu, modernisasi fasilitas terminal, digitalisasi sistem tiket pelabuhan, serta peningkatan kebersihan dan kenyamanan dermaga harus menjadi perhatian utama.
BP Batam juga berkomitmen memperkuat koordinasi dengan instansi CIQP (Customs, Immigration, Quarantine, Port Health) dan para mitra maritim guna memastikan pelayanan berjalan cepat, aman, dan sesuai standar internasional.
Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, menegaskan bahwa pertumbuhan kinerja kepelabuhanan hingga September 2026 mencerminkan meningkatnya aktivitas perdagangan dan investasi di Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas (KPBPB) Batam.
Ia menyebutkan, pelabuhan merupakan salah satu infrastruktur utama yang menopang aktivitas ekonomi Batam. Oleh sebab itu, BP Batam akan terus mendorong penyempurnaan infrastruktur dermaga, penambahan peralatan bongkar muat modern, serta percepatan integrasi sistem logistik digital.
Langkah tersebut diharapkan semakin memperkuat posisi Batam sebagai pusat transshipment dan simpul logistik internasional di jalur strategis Selat Malaka.(Erwin)
