![]() |
| 6 Strategi Launching Produk yang Lebih Ampuh. (Foto: Dok istimewa) |
BECKER.BIZ.ID-Sering kali para pelaku usaha merasa bingung mengenai metode promosi selain memberikan diskon.
Banyak yang kembali mengandalkan diskon berulang kali. Perlu diingat bahwa sebuah merek atau bisnis tetap harus bisa mendapatkan pembeli meskipun tanpa diskon.
Jika penjualan hanya terjadi ketika memberikan diskon, berarti terdapat kekeliruan dalam strategi pemasaran. Diskon sebenarnya hanya berfungsi sebagai dorongan tambahan agar konsumen membeli lebih banyak, lebih sering, atau secara impulsif.
Nilai merek dan strategi pemasaran baru teruji ketika sebagian besar pembeli datang tanpa diskon. Hal tersebut dapat terlihat dari data penjualan masing-masing bisnis.
Selanjutnya, kita bahas beberapa ide untuk memperkenalkan produk baru tanpa menggunakan diskon.
6 Strategi Melakukan New Product Launch
1. Mengirimkan sampel produk.
Pengiriman sampel perlu ditujukan kepada calon pelanggan potensial, yaitu mereka yang benar-benar sesuai dengan target pasar.
Oleh karena itu, jika strategi pemasaran belum tersusun dengan baik, langkah pertama adalah menentukan target pasar.
Jangan sampai sampel dikirim kepada orang yang tidak sesuai dengan target sehingga mereka tidak tertarik, tidak membuat konten, atau tidak memviralkan produk karena bukan termasuk kelompok sasaran.
Selain kepada target pasar, sampel juga dapat dikirimkan kepada Key Opinion Leader (KOL) atau influencer. Tidak hanya influencer digital, tetapi juga KOL berbasis komunitas seperti ketua alumni, ketua kelompok ibu-ibu, kepala cabang, atau agen perjalanan—orang-orang yang memiliki jaringan luas.
Namun, pemilihan KOL tetap harus menyesuaikan dengan target pasar. Mengirim sampel merupakan metode promosi yang biayanya relatif rendah karena hanya memerlukan biaya produksi. Oleh sebab itu, strategi pemasaran harus kuat, terutama terkait diferensiasi dan wow factor. Semakin menarik produk yang ditawarkan, semakin cepat penyebarannya.
Apabila sampel dikirimkan kepada sepuluh orang dan semuanya merasa produk tersebut menarik, mereka dapat membuat konten atau minimal mengunggah foto maupun ulasan. Bahkan mereka berpotensi menjadi pembeli, dan para pengikut mereka mungkin ikut membeli setelah melihat unggahan tersebut.
Keberhasilan strategi ini sangat bergantung pada seberapa kuat diferensiasi serta wow factor dari produk.
2. Mengadakan lomba atau aktivasi.
Pelaku usaha dapat mengadakan lomba makan, baik secara daring maupun luring, menggunakan produk baru.
Mulai dari peserta hingga penonton akan terpapar dengan produk tersebut. Jika lomba melibatkan banyak pihak yang mampu memberikan exposure, jangkauannya akan lebih besar. Misalnya lomba antar-KOL atau lomba yang diliput oleh KOL atau media.
3. Mengajak konsumen maupun target pasar memberikan ulasan.
Ulasan sebaiknya tidak hanya ditampilkan di media sosial milik brand, tetapi juga di akun milik para pengulas agar jangkauannya lebih luas.
4. Ialah mengadakan kegiatan bersama komunitas yang sesuai dengan target pasar.
Misalnya, jika targetnya mahasiswa, ada banyak komunitas resmi maupun tidak resmi yang dapat diajak bekerja sama. Komunitas dapat diundang untuk memberikan ulasan, mengikuti lomba makan, atau aktivitas lainnya.
Komunitas merupakan kelompok yang potensial untuk dikonversi dari tidak mengenal merek menjadi mengenal, mencoba, membeli ulang, hingga akhirnya menjadi pelanggan setia.
5. Membuat siaran pers (press release).
Siaran pers merupakan tulisan atau artikel yang menjelaskan tentang produk, merek, konsep, serta alasan produk tersebut menarik. Dalam siaran pers, juga dapat diceritakan mengenai kegiatan peluncuran produk.
Siaran pers dapat diunggah ke situs web brand, dicantumkan pada bio Instagram, atau dikirim kepada media. Jika bisnis sudah berkembang, sangat disarankan untuk membangun hubungan baik dengan wartawan agar pemberitaan dapat terbit lebih mudah.
Langkah ini idealnya dilakukan secara rutin, misalnya setiap dua hingga tiga bulan sekali, dengan memastikan selalu ada hal menarik dari bisnis, termasuk peluncuran produk baru.
Ketika meluncurkan produk baru, buatlah siaran pers, unggah di situs web brand, dan sebarkan kepada media daring maupun luring.
6. Mengadakan acara pertemuan (gathering).
Setelah masa pandemi berakhir, kegiatan luring dapat dilakukan lebih leluasa. Gathering sangat efektif untuk memperkenalkan produk baru. Bentuknya dapat berupa pertemuan dengan pelanggan setia secara bertahap, gathering bersama KOL atau influencer, hingga pertemuan bersama media.
Pada acara ini, kita dapat mempresentasikan produk, memberikan kesempatan untuk mencoba, dan mendorong mereka membuat konten. Jika produk memiliki wow factor yang kuat, mereka akan merasa senang hadir.
Jika wow factor masih tergolong biasa, mungkin diperlukan pemberian biaya tambahan atau akomodasi.(*)
