Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Trik Marketing Pemula Clothing Brand, Dari Storytelling Sampai Influencer Lokal

14 November 2025 | 14 November WIB Last Updated 2025-11-14T03:54:58Z


BECKER.BIZ.ID-Baru memulai bisnis clothing sering kali membuat bingung mengenai bagaimana cara memasarkan produk agar cepat dikenal masyarakat. 

Hal ini merupakan salah satu isu atau kasus yang banyak dialami oleh pelaku usaha, tidak hanya oleh brand baru, tetapi juga oleh brand yang sudah lama berdiri. 

Dalam dunia fashion, desain dapat dengan mudah ditiru atau disalin. Namun, cerita sebuah brand tidak dapat ditiru begitu saja. Jika dipaksakan, akan langsung terlihat bahwa brand tersebut meniru brand lain. Cerita atau nilai yang dibangun inilah yang membuat konsumen merasa terhubung dan akhirnya memutuskan untuk membeli, bukan hanya karena produknya, tetapi juga karena makna yang dibawa oleh brand tersebut.

Pada tahap tertentu, sebuah brand dapat memengaruhi keputusan impulsif seorang pembeli. 

Banyak orang berpikir bahwa desain yang menarik sudah cukup membuat produk laku. Namun, kenyataannya saat ini masyarakat lebih memilih brand yang memiliki cerita atau nilai yang jelas.

Cerita inilah yang membuat brand Anda berbeda dan membuat konsumen merasa relevan, sehingga Anda dapat mulai membangun nilai brand (brand value).

Strategi Marketing Paling Basic Untuk Pemula yang Mau Bisnis Clothing

1. Menentukan alasan mengapa brand Anda dibuat. 

Tanyakan kepada diri sendiri sebagai pemilik, apa yang mendorong Anda membuat brand tersebut, keresahan apa yang ingin dituangkan, serta pesan apa yang ingin disampaikan melalui brand yang Anda bangun.

2. Mengenali target pasar. 

Saya sering menekankan bahwa tidak perlu menyasar seluruh segmen pasar. Fokuskan pada kelompok yang paling relevan dengan cerita brand Anda.

3. Membuat cerita singkat yang emosional dan menyampaikannya secara konsisten selama bertahun-tahun. Cerita tersebut dapat dimasukkan ke dalam bio Instagram brand, deskripsi produk, caption konten, atau bahkan dalam bentuk video storytelling.

Platform seperti Instagram dan TikTok kini dapat menjadi media utama bagi brand baru. 

Namun, jangan hanya sekadar mengunggah konten. Ada beberapa tips agar Anda dapat konsisten, yaitu mengunggah konten secara rutin tiga hingga empat kali per minggu. Tidak perlu mengunggah tiga hingga empat kali sehari, terutama untuk brand baru karena hal tersebut akan sulit dilakukan.

Gunakan juga konten behind the scene (BTS) seperti proses pembuatan produk atau cerita di balik brand.

 Tambahkan pula nilai dan edukasi agar audiens dapat terhubung dengan brand Anda.

Selanjutnya, manfaatkan konten buatan pengguna (user-generated content). Anda dapat meminta bantuan teman untuk menunjukkan produk Anda, lalu memposting ulang konten tersebut. 

Jika sudah memiliki pembeli, mintalah testimoni yang kemudian dapat Anda unggah di media sosial brand.

Jika Anda memiliki anggaran, Anda bisa bekerja sama dengan influencer besar maupun mikro. 

Influencer mikro justru sering kali memberikan hasil yang baik karena audiens mereka lebih aktif dan relevan. 

Carilah influencer lokal atau teman yang memiliki audiens kecil tetapi aktif. Kirimkan produk, ajak kerja sama, atau gunakan sistem afiliasi. 

Pastikan juga bahwa audiens mereka sesuai dengan brand Anda. Hindari memilih influencer dengan niche yang berbeda jauh, misalnya brand clothing bekerja sama dengan influencer memasak, karena tingkat konversinya akan lebih rendah.

Jika Anda belum memiliki website, itu bukan masalah. Gunakan terlebih dahulu platform e-commerce yang sudah ada seperti Shopee, Tokopedia, Lazada, Blibli, dan lainnya. Optimalkan judul produk dan foto produk Anda. 

Buatlah foto yang menarik dan tulis deskripsi yang bukan hanya berupa spesifikasi, tetapi juga bersifat persuasif dan emosional. Tambahkan bonus kecil seperti stiker atau kartu ucapan untuk meningkatkan minat beli pelanggan.

Jangan berharap untuk viral dalam semalam. Namun, jika Anda konsisten, sabar, dan mau menerima masukan, brand Anda akan berkembang. 

Ingatlah bahwa pemasaran bukan hanya soal anggaran besar, tetapi tentang konsistensi, cerita, dan hubungan dengan audiens.

Demikian penjelasan mengenai strategi pemasaran dasar yang sangat bermanfaat bagi Anda yang baru memulai bisnis. 

Jika Anda ingin pembahasan yang lebih mendalam mengenai poin-poin tertentu, silakan tinggalkan komentar. 

Semoga informasi ini bermanfaat. (*)

×
Berita Terbaru Update