BECKER.BIZ.ID – Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia mengonfirmasi bahwa empat Warga Negara Indonesia (WNI) menjadi korban penc...
BECKER.BIZ.ID – Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia mengonfirmasi bahwa empat Warga Negara Indonesia (WNI) menjadi korban penculikan oleh kelompok bajak laut di perairan Teluk Guinea, tepatnya di wilayah Equata, Gabon. Insiden tersebut terjadi pada Sabtu (10/1/2026) saat sebuah kapal penangkap ikan diserang oleh pelaku bersenjata.
Pelaksana Tugas Direktur Pelindungan WNI Kemenlu RI, Heni Hamidah, menjelaskan bahwa dari empat WNI tersebut, dua orang dilaporkan dalam kondisi aman dan masih berada di kapal.
Sementara dua WNI lainnya saat ini berada dalam pengawalan Angkatan Laut Gabon dan sedang dibawa menuju Libreville, ibu kota Gabon, bersama awak kapal lainnya yang berhasil diselamatkan.
Kapal yang menjadi sasaran pembajakan diketahui bernama IB Fish 7, sebuah kapal pukat berbendera Gabon yang sedang beroperasi sekitar tujuh mil laut di barat daya Equata.
Dalam kejadian tersebut, kelompok bajak laut yang terdiri dari tiga orang bersenjata naik ke kapal pada dini hari dan menguasai situasi dengan cepat.
Mereka kemudian menculik sembilan awak kapal dari total 12 kru, yang terdiri atas empat WNI dan lima warga negara Tiongkok.
Menindaklanjuti peristiwa ini, Kementerian Luar Negeri melalui Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Yaounde segera melakukan koordinasi intensif dengan otoritas Gabon, perusahaan kapal, serta pihak-pihak terkait lainnya. Langkah tersebut dilakukan untuk mempercepat proses penyelamatan para awak kapal yang diculik serta memastikan kondisi kesehatan dan hak-hak ketenagakerjaan para WNI tetap terpenuhi.
Di sisi lain, Angkatan Laut Gabon dilaporkan telah mengerahkan pasukan untuk melakukan pengejaran terhadap para pelaku penculikan. Pemerintah Indonesia menyatakan akan terus memantau perkembangan kasus ini secara ketat dan memberikan pendampingan maksimal kepada para WNI serta keluarga mereka hingga seluruh korban berhasil dipastikan dalam keadaan aman.(nda)

COMMENTS