BECKER.BIZ.ID-Anggota Komisi I DPR RI dari Fraksi NasDem, Amelia Anggraini, menyampaikan pembaruan mengenai situasi warga negara Indonesia (WNI) yang berada di kawasan Timur Tengah di tengah eskalasi konflik antara Iran, Israel, dan Amerika Serikat.
Ia menjelaskan, Komisi I terus memantau perkembangan melalui koordinasi intensif dengan Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia serta laporan dari perwakilan RI di berbagai negara terdampak. Berdasarkan informasi dari KBRI Teheran, sebanyak 329 WNI di Iran telah berhasil dihubungi dan dilaporkan dalam kondisi aman.
Meski demikian, para WNI diminta tetap meningkatkan kewaspadaan dan menjaga komunikasi aktif dengan perwakilan Indonesia setempat. “Situasinya sangat dinamis, sehingga penting bagi WNI untuk selalu mengikuti arahan resmi,” ujar Amelia, Senin (2/3/2026).
Di Qatar, perwakilan RI mengimbau warga Indonesia untuk membatasi aktivitas di luar rumah dan mematuhi pemberitahuan darurat dari otoritas setempat. Sementara di Uni Emirat Arab, KBRI Abu Dhabi dan KJRI Dubai telah meningkatkan status kesiapsiagaan menjadi siaga tiga. WNI diminta memperbarui data lapor diri dan disiplin memantau informasi resmi.
Adapun di Arab Saudi, tercatat sekitar 58.867 jemaah umrah asal Indonesia masih berada di Mekkah dan Madinah. Pemerintah melalui kementerian terkait telah mengimbau penundaan keberangkatan jemaah yang belum berangkat sebagai langkah antisipatif atas meningkatnya ketegangan kawasan.
Amelia menegaskan bahwa pemerintah belum dapat menyatakan situasi di Timur Tengah sepenuhnya aman. Ia mengingatkan bahwa kemungkinan peningkatan eskalasi tetap terbuka, sehingga opsi relokasi maupun evakuasi melalui negara ketiga harus dipersiapkan sejak dini. Berdasarkan informasi yang diterimanya, Azerbaijan telah disiapkan sebagai salah satu negara alternatif bagi evakuasi diplomat dan WNI dari Iran apabila kondisi memburuk.
Selain aspek keselamatan warga, ia juga menyoroti dampak konflik terhadap stabilitas ekonomi nasional. Penutupan Selat Hormuz oleh Iran disebut berpotensi mengganggu jalur distribusi energi global, memicu penundaan pengiriman minyak dan gas, serta meningkatkan tekanan terhadap harga energi dunia.
Konflik terbaru ini dipicu serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel pada akhir Februari, yang kemudian dibalas Iran dengan serangan rudal dan drone ke sejumlah target di kawasan Teluk. Ketegangan semakin meningkat setelah wafatnya Ali Khamenei dikonfirmasi menyusul serangan tersebut.
Komisi I DPR menekankan bahwa keselamatan WNI harus menjadi prioritas utama. Pemerintah diminta terus memperkuat koordinasi lintas kementerian dan memitigasi dampak lanjutan konflik, baik terhadap perlindungan warga negara maupun stabilitas ekonomi nasional. (nda)
