-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Pemerintah dan DPR Siapkan Langkah Strategis Antisipasi Arus Mudik Lebaran 2026

12 March 2026 | 12 March WIB Last Updated 2026-03-12T04:45:00Z


BECKER.BIZ.ID – Menjelang musim mudik Lebaran 2026, pemerintah bersama DPR RI tengah mempersiapkan sejumlah langkah strategis untuk menghadapi tantangan klasik arus balik dan mudik. Diperkirakan puluhan juta pemudik akan bergerak, termasuk lebih dari 24 juta orang yang menggunakan sepeda motor.

Ketua Komisi V DPR RI, Lasarus, menyoroti sejumlah simpul transportasi yang hampir selalu mengalami kemacetan setiap musim mudik dan hingga kini belum teratasi sepenuhnya. 

“Tol Jakarta-Merak, Tol Cikopo-Palimanan (Cipali), Pelabuhan Penyeberangan Merak-Bakauheni, dan Pelabuhan Ketapang-Gilimanuk selalu menjadi titik kritis,” ujar Lasarus saat rapat koordinasi persiapan mudik di Gedung DPR RI, Rabu (11/3/2026). Ia menambahkan, problematika ini seperti pekerjaan rumah yang tidak pernah selesai, dan memerlukan perhatian serius setiap tahun.

Lasarus menegaskan, koordinasi lintas sektor menjadi kunci agar arus mudik berjalan lancar. “Perlu keterlibatan kementerian dan lembaga terkait, pemerintah daerah, operator transportasi, dan badan usaha jalan tol (BUJT). Semua harus siap di simpul-simpul layanan transportasi yang selama ini rawan macet,” katanya. Komisi V juga dijadwalkan melakukan kunjungan lapangan ke akses tol Jakarta menuju Pelabuhan Merak dan area penyeberangan Merak-Bakauheni untuk memantau kesiapan langsung.


Sementara itu, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi memproyeksikan jumlah pergerakan masyarakat pada periode Lebaran 2026 mencapai 143,91 juta orang, sekitar 50,6 persen dari total penduduk Indonesia. Dari jumlah tersebut, 76,24 juta orang diperkirakan menggunakan mobil pribadi, 24,08 juta menggunakan sepeda motor, dan 23,34 juta menggunakan bus.

“Mobil pribadi tetap menjadi moda utama, sebagian besar akan menggunakan jalan tol, sementara sepeda motor banyak yang memilih jalur alternatif. Ini perlu diantisipasi agar tidak menimbulkan kepadatan di jalur arteri dan penghubung antarwilayah,” jelas Dudy.

Dari sisi asal pergerakan, Jawa Barat diperkirakan menjadi provinsi dengan jumlah pemudik terbesar, yakni sekitar 30,97 juta orang, diikuti DKI Jakarta dan Jawa Timur. Sementara itu, tujuan mudik utama diperkirakan ke Jawa Tengah dengan 38,71 juta orang, kemudian Jawa Timur dan Jawa Barat. Kabupaten dan kota dengan jumlah pemudik tinggi termasuk Jakarta Timur (2,56 juta orang), Kabupaten Bogor, dan Kabupaten Bekasi.

Selain kemacetan, faktor cuaca juga menjadi perhatian utama. Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, menyampaikan bahwa curah hujan pada Maret hingga awal April 2026 diprediksi masih tinggi, dengan intensitas ringan hingga lebat. 

“Provinsi yang perlu diwaspadai curah hujannya sangat tinggi antara lain Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Sulawesi Selatan,” ujar Faisal. Hujan ringan hingga sedang juga diperkirakan berlangsung pada periode 11-20 Maret dan 21-30 Maret, dengan potensi hujan lebat tetap ada menjelang Lebaran.

Selain hujan, BMKG memperingatkan adanya potensi gelombang laut sedang hingga tinggi dan banjir rob di sejumlah perairan. “Gelombang kategori sedang diperkirakan terjadi di Samudra Hindia barat Aceh hingga Lampung, Selat Sunda bagian selatan, Samudra Hindia bagian Banten hingga NTT, dan Pasifik Utara hingga Papua, dengan ketinggian antara 1,25 hingga 2,5 meter,” jelas Faisal. Kondisi ini diharapkan tidak terlalu mengganggu layanan penyeberangan, dan BMKG akan terus memperbarui informasi cuaca untuk mendukung keselamatan dan kelancaran arus mudik.

Lasarus menekankan, tingginya jumlah pemudik sepeda motor menjadi tantangan tersendiri. “Pengendara sepeda motor akan banyak melintasi jalur alternatif. Kita harus memastikan jalur ini aman, memiliki rambu dan petugas pengatur lalu lintas, serta layanan darurat tersedia jika terjadi kecelakaan,” katanya.

Pemerintah juga telah memproyeksikan simpul transportasi terpadat selama mudik Lebaran. Bandara Soekarno-Hatta diperkirakan menjadi bandara tersibuk, Stasiun Pasar Senen menjadi stasiun keberangkatan tersibuk, Terminal Pulo Gebang menjadi terminal bus asal tersibuk, dan Pelabuhan Merak menjadi pelabuhan asal terpadat. Di sisi tujuan, Stasiun Yogyakarta Tugu, Terminal Tirtonadi, dan Pelabuhan Bakauheni menjadi titik kepadatan utama.

Dudy menambahkan, koordinasi dan kesiapan di lapangan menjadi kunci agar pemudik dapat melakukan perjalanan dengan aman dan nyaman. “Kita harus memastikan semua moda transportasi berfungsi optimal, termasuk pengaturan lalu lintas di jalur arteri, tol, dan penyeberangan,” ujarnya.

Dengan perkiraan 143,91 juta pemudik dan cuaca yang masih menantang, pemerintah mengimbau masyarakat merencanakan perjalanan lebih awal, memanfaatkan moda transportasi yang sesuai, dan tetap mematuhi protokol keselamatan. Lasarus menegaskan, Komisi V DPR akan terus memantau kesiapan ini hingga H-1 Lebaran.

“Arus mudik Lebaran adalah momen penting bagi rakyat Indonesia. Pemerintah dan DPR harus memastikan keselamatan, kelancaran, dan kenyamanan bagi semua pemudik,” pungkas Lasarus.(*)

×
Berita Terbaru Update