BECKER.BIZ.ID — Sebuah video yang menampilkan pengendara motor berboncengan tiga tanpa mengenakan helm di Manado, Sulawesi Utara, baru-baru ini viral di media sosial. Dalam video tersebut, tampak seorang ayah dan dua anaknya yang melintas di dekat Mapolda Sulut, Jalan Bathesda, Kelurahan Sario, pada Kamis (5/3) malam.
Kejadian ini mencuri perhatian lantaran pengendara tersebut menolak saat ditegur oleh petugas polisi lalu lintas, dengan alasan terburu-buru untuk beribadah.
Brigpol Samuel Rivo Rasubala, anggota polisi yang terlibat dalam peneguran tersebut, menjelaskan bahwa kejadian berawal saat dirinya sedang bertugas mengedukasi pengendara yang melanggar aturan lalu lintas.
"Setiap kali saya mengedukasi pelanggar, saya selalu mengajak mereka untuk doa bersama," ujar Rivo saat diwawancarai oleh detikcom, Senin (9/3).
Pada saat itu, Rivo mengamati pengendara motor yang berboncengan tiga dan tidak mengenakan helm. Ia mencoba untuk memberhentikan motor tersebut dengan maksud memberi kesempatan agar mereka bisa mengambil helm, namun pengendara tersebut justru mengabaikan peringatan dan terus melaju.
"Saya tegaskan, kami tidak melakukan penilangan, hanya sekadar teguran," tambahnya.
Saat diminta berhenti, pengendara motor yang diketahui adalah seorang ayah yang membawa dua anaknya, menjawab dengan alasan terburu-buru karena hendak mengantar anak-anaknya untuk beribadah di gereja.
"Pengendara terus jalan dan menjawab hanya dekat, mau antar anak pergi ibadah," ungkap Rivo.
Meskipun pengendara tersebut beralasan hendak beribadah, Rivo tetap mengingatkan bahwa berboncengan tiga tanpa helm tetap melanggar aturan lalu lintas. Ia mencoba menjelaskan agar pengendara tidak memaksakan untuk membonceng dua anak sekaligus, namun jawaban yang diterima justru berupa emosi dari sang ayah.
"Saya sebenarnya tidak ingin memposting video ini, tetapi saya khawatir jika tidak ada klarifikasi, bisa timbul pemberitaan negatif atau fitnah. Jadi, saya unggah video ini agar bisa saya pertanggungjawabkan," ungkap Rivo.
Setelah mengantar anak-anaknya beribadah, pengendara tersebut kembali mendatangi lokasi dan marah-marah kepada Rivo.
"Setelah mengantar kedua anaknya ibadah, dia datang lagi dan marah-marah dengan kata makian kepada saya," cerita Rivo.
Rivo menegaskan bahwa dirinya hanya menjalankan tugasnya sebagai polisi lalu lintas dengan profesional dan tidak pernah melakukan pungutan liar (pungli) dalam setiap peneguran yang ia lakukan. Meski video ini telah viral dan menjadi sorotan, hingga saat ini pengendara tersebut belum memberikan klarifikasi atau menghubungi Rivo.
"Sampai detik ini, yang bersangkutan tidak ada klarifikasi atau menghubungi saya," tutup Rivo.(*)
