-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Pendaftaran Beasiswa ADik 2026 Masih Dibuka, Ini Syarat dan Ketentuan Lengkapnya

16 April 2026 | 16 April WIB Last Updated 2026-04-16T08:50:00Z


BECKER.BIZ.ID-Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi kembali membuka pendaftaran Program Afirmasi Pendidikan Tinggi (ADik) tahun 2026. 

Program ini memberikan kesempatan bagi siswa dari wilayah tertentu untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi dengan dukungan biaya penuh. Berdasarkan informasi resmi, proses pendaftaran telah dimulai sejak 27 Februari 2026 dan akan berlangsung hingga 22 Mei 2026.

Beasiswa ADik dirancang untuk membantu peserta didik dari kelompok afirmasi, termasuk wilayah Papua, daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), serta anak Pekerja Migran Indonesia. 

Melalui program ini, penerima akan memperoleh bantuan biaya pendidikan sekaligus dukungan biaya hidup selama masa studi. Dalam pelaksanaannya, program ini juga kerap terintegrasi dengan skema bantuan pendidikan nasional seperti KIP Kuliah.

Untuk dapat mengikuti seleksi, calon pendaftar harus memenuhi sejumlah persyaratan umum. Di antaranya merupakan warga negara Indonesia yang sedang atau telah lulus dari jenjang SMA/SMK atau sederajat maksimal satu tahun sebelumnya. 

Selain itu, peserta wajib terdaftar dalam sistem beasiswa ADik dengan melengkapi data penting seperti Nomor Induk Kependudukan (NIK), Nomor Induk Siswa Nasional (NISN), serta Nomor Pokok Sekolah Nasional (NPSN).

Kriteria khusus juga diberlakukan sesuai kategori peserta.

 Untuk siswa dari Papua, misalnya, harus memiliki latar belakang sebagai Orang Asli Papua yang dibuktikan dengan rekomendasi dari dinas pendidikan setempat. Sementara itu, peserta dari daerah 3T harus berasal dari wilayah yang telah ditetapkan sebagai daerah khusus oleh pemerintah. 

Adapun bagi anak Pekerja Migran Indonesia, syaratnya meliputi riwayat pendidikan di luar negeri pada sekolah Indonesia atau lembaga pendidikan nonformal yang diakui.

Selain persyaratan administratif, calon penerima juga harus lolos seleksi masuk perguruan tinggi melalui jalur yang ditentukan, seperti SNBP, UTBK-SNBT, atau seleksi mandiri. Peserta diwajibkan menyertakan dokumen pendukung, termasuk deskripsi diri tulisan tangan, surat persetujuan orang tua atau wali, serta pernyataan tidak sedang menerima beasiswa lain dari sumber APBN.

Dari sisi akademik, terdapat standar nilai yang harus dipenuhi. Rata-rata nilai rapor minimal ditetapkan sebesar 75 untuk seluruh mata pelajaran, termasuk enam mata pelajaran utama yang disesuaikan dengan jurusan yang dipilih. Penilaian ini akan menjadi salah satu faktor penting dalam proses seleksi dan pemeringkatan calon penerima beasiswa.

Peserta diberikan kesempatan memilih hingga dua perguruan tinggi dan dua program studi pada masing-masing pilihan. Jika tidak diterima pada pilihan utama, peserta dapat memberikan kewenangan kepada panitia untuk menentukan alternatif program studi dan perguruan tinggi sesuai ketersediaan.

Program Beasiswa ADik diharapkan dapat memperluas akses pendidikan tinggi bagi kelompok yang selama ini memiliki keterbatasan, sekaligus mendorong pemerataan kualitas sumber daya manusia di berbagai wilayah Indonesia.

 Pemerintah pun mengimbau calon pendaftar untuk memastikan seluruh persyaratan terpenuhi sebelum mengajukan pendaftaran agar peluang lolos seleksi semakin besar.(*)

×
Berita Terbaru Update