BECKER.BIZ.ID — Sebuah video yang memperlihatkan perobohan rumah menggunakan alat berat ekskavator di Kabupaten Pati, Jawa Tengah, mendadak viral di media sosial. Peristiwa tersebut disebut-sebut berkaitan dengan kisah rumah tangga pasangan yang telah berpisah.
Dilansir dari Humas Polri, dalam video yang beredar di media sosial, rumah yang berada di Desa Karangawen, Kecamatan Tambakromo, tampak diratakan dengan tanah. Narasi yang menyertai unggahan menyebutkan bahwa perobohan dilakukan karena adanya kesepakatan antara kedua belah pihak yang sebelumnya merupakan pasangan suami istri.
Kepala Desa Karangawen, Sutiyono, membenarkan adanya peristiwa tersebut yang terjadi pada Kamis (9/4/2026). Ia menjelaskan bahwa rumah tersebut milik pasangan berinisial AR (40) dan RT (38) yang sebelumnya pernah membina rumah tangga dan memiliki satu anak.
Menurutnya, pemerintah desa sebenarnya telah beberapa kali berupaya melakukan mediasi agar aset rumah tersebut dapat diselesaikan dengan cara lain. Namun setelah berbagai proses, kedua belah pihak akhirnya sepakat untuk merobohkan bangunan tersebut.
“Kami sudah berusaha memediasi berkali-kali, tetapi pada akhirnya mereka memilih untuk merobohkan rumah itu bersama-sama,” ujar Sutiyono.
Ia menjelaskan bahwa rumah tersebut merupakan bangunan bersama yang dibangun saat keduanya merantau di Kalimantan. Namun setelah terjadi permasalahan rumah tangga dan proses perceraian, muncul kesepakatan untuk mengakhiri kepemilikan aset tersebut dengan cara merobohkannya.
Rumah itu sendiri berdiri di atas tanah milik pihak perempuan, sehingga status kepemilikan sempat menjadi bagian dari pembahasan dalam proses mediasi. Namun, kedua pihak akhirnya memilih jalan penyelesaian tersebut.
Terkait isu yang beredar mengenai dugaan bahwa perobohan dipicu karena salah satu pihak menerima lamaran dari orang lain, pemerintah desa mengaku belum dapat memastikan kebenarannya.
“Untuk isu itu kami belum bisa memastikan. Yang jelas, kesepakatan merobohkan rumah sudah melalui musyawarah kedua pihak,” tambahnya.
Saat ini, kondisi bangunan tersebut sudah rata dengan tanah dan hanya menyisakan sebagian puing. Kedua mantan pasangan itu diketahui telah tinggal terpisah, masing-masing bersama keluarga mereka.
Peristiwa ini menjadi sorotan warganet karena dianggap tidak biasa, sekaligus menggambarkan kompleksitas penyelesaian konflik rumah tangga yang berkaitan dengan aset bersama.(*)
