-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Wagub Sumbar Tekankan Investasi Padat Karya, Target Rp13,3 Triliun pada 2027

09 April 2026 | 09 April WIB Last Updated 2026-04-09T01:43:29Z

 


BECKER.BIZ.ID — Wakil Gubernur Sumatera Barat, Vasko Ruseimy, menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi melalui investasi yang berorientasi pada penciptaan lapangan kerja. Hal tersebut disampaikannya dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD Provinsi Sumatera Barat Tahun 2027 yang digelar di Auditorium Gubernuran, Rabu (8/4/2026).

Menurut Vasko, setiap investasi yang masuk ke Sumatera Barat harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, tidak hanya sebatas pembangunan infrastruktur fisik, tetapi juga mampu menyerap tenaga kerja secara luas serta memperkuat ekonomi lokal.

Ia menjelaskan, arah kebijakan investasi daerah ke depan akan bertumpu pada empat sektor utama. Pertama, penguatan infrastruktur dan konektivitas, termasuk pembangunan Jalan Tol Padang–Pekanbaru, Fly Over Sitinjau Lauik, serta peningkatan jalur Bukittinggi–Payakumbuh sebagai jalur strategis perdagangan.

Kedua, pengembangan sektor maritim melalui optimalisasi pelabuhan sebagai pusat distribusi komoditas unggulan daerah. Ketiga, penguatan energi terbarukan melalui pemanfaatan potensi panas bumi di sejumlah wilayah. Keempat, pengembangan sektor pariwisata berkelanjutan, seperti kawasan Mandeh dan Kepulauan Mentawai yang memiliki daya tarik unggulan.

“Seluruh program ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang untuk memperkuat fondasi ekonomi daerah,” ujar Vasko.

Ia juga menyoroti sejumlah proyek prioritas yang menjadi fokus pemerintah, di antaranya pengembangan energi panas bumi dengan kapasitas hingga 165 megawatt serta pembangunan Jalan Tol Padang–Pekanbaru sepanjang 255 kilometer.

Selain itu, pembangunan Fly Over Sitinjau Lauik melalui skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) dinilai penting untuk meningkatkan efisiensi logistik sekaligus keselamatan transportasi di jalur utama Sumatera Barat.

Lebih lanjut, Vasko menekankan bahwa keberhasilan investasi tidak hanya ditentukan oleh potensi daerah, tetapi juga oleh kepastian regulasi dan kemudahan layanan yang diberikan pemerintah. Ia mendorong kepala daerah di tingkat kabupaten dan kota untuk berperan aktif layaknya Chief Executive Officer (CEO) yang mampu menarik dan mendampingi investor.

“Pemerintah daerah harus proaktif, responsif, dan mampu memberikan solusi di lapangan agar investor merasa nyaman,” katanya.

Untuk mendukung hal tersebut, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat terus melakukan transformasi birokrasi melalui sistem perizinan berbasis digital yang terintegrasi, sehingga proses perizinan menjadi lebih cepat, transparan, dan efisien.

Vasko mengungkapkan, tahun 2027 menjadi momentum penting dalam mendorong pertumbuhan investasi di Sumatera Barat dengan target mencapai Rp13,3 triliun. Target ini merupakan bagian dari tren peningkatan investasi yang diproyeksikan terus meningkat hingga Rp18,8 triliun pada tahun 2030.

Ia optimistis, meskipun dihadapkan pada tantangan seperti keterbatasan fiskal dan risiko bencana, Sumatera Barat memiliki peluang besar untuk tumbuh dan bertransformasi.

“Kunci utama adalah kolaborasi. Dengan kerja sama semua pihak, pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan peningkatan kesejahteraan masyarakat dapat terwujud,” tutupnya.(*)

×
Berita Terbaru Update