Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Dua Personel TNI Dikirim ke Kamboja untuk Misi ASEAN Observer Team (AOT)

03 May 2026 | 03 May WIB Last Updated 2026-05-03T08:46:00Z


BECKER.BIZ.ID – Sebagai bagian dari komitmen Indonesia untuk menjaga stabilitas kawasan Asia Tenggara, dua personel TNI dikirim untuk menjalankan misi ASEAN Observer Team (AOT) di Kamboja. Letnan Kolonel Devi Ibrohim dan Mayor Rangga Hadi Saputra tiba di Phnom Penh pada 25 April 2026 untuk menggantikan personel sebelumnya, Kolonel Hermawan Weharima dan Letnan Kolonel Sukmana Bayuaji, yang telah menyelesaikan penugasannya dengan baik.

Kedua personel TNI tersebut diterima oleh Kuasa Usaha Ad Interim (KUAI) KBRI Phnom Penh, Krishnajie, pada 26 April 2026. Penugasan ini merupakan kelanjutan dari upaya Indonesia dalam mendukung pemantauan implementasi gencatan senjata antara Kamboja dan Thailand yang telah disepakati sebelumnya. 

Dalam keterangannya, KBRI Phnom Penh menyebutkan bahwa kehadiran personel TNI ini sangat penting untuk memastikan keberlanjutan kontribusi Indonesia dalam menjaga perdamaian di kawasan tersebut.

"Penugasan ini adalah bagian dari peran aktif Indonesia dalam mendukung upaya ASEAN untuk menjaga perdamaian dan stabilitas regional. Kehadiran pihak ketiga yang netral dan kredibel sangat diperlukan untuk memastikan kesepakatan gencatan senjata antara Kamboja dan Thailand berjalan efektif dan mencegah potensi eskalasi konflik," ujar KBRI Phnom Penh.

Sejak bergabung pada 10 September 2025, tim AOT Indonesia telah berperan dalam memantau situasi keamanan di perbatasan kedua negara, melakukan verifikasi lapangan, dan memberikan laporan objektif kepada para pihak terkait. Peran tim ini tidak hanya bersifat teknis, tetapi juga sangat strategis dalam membangun kepercayaan serta menjaga transparansi di antara negara-negara yang terlibat.

AOT adalah kelanjutan dari ASEAN Interim Observer Team (IOT), yang pembentukannya disepakati pada pertemuan Special Meeting di Putrajaya, Malaysia, pada 28 Juli 2025. Tim AOT ini dibentuk untuk mengatasi kebutuhan mekanisme pemantauan yang netral dan kredibel setelah terjadinya konflik bersenjata antara Kamboja dan Thailand terkait sengketa wilayah perbatasan.

"Indonesia berkomitmen untuk terus mendorong penyelesaian konflik secara damai dan memperkuat arsitektur keamanan kawasan. Kontribusi personel TNI di lapangan ini menjadi wujud nyata dari diplomasi pertahanan Indonesia yang aktif dan konstruktif dalam menjaga stabilitas kawasan Asia Tenggara," tambah KBRI.

Dengan kehadiran tim AOT Indonesia, diharapkan proses implementasi gencatan senjata antara Kamboja dan Thailand dapat berjalan lancar, dan konflik yang sempat memanas dapat segera diselesaikan dengan cara damai.(*)

×
Berita Terbaru Update