Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

BMKG Resmikan HF Radar Array di Pantai Anas Malik, Perkuat Sistem Peringatan Dini Tsunami di Pariaman

04 July 2026 | 04 July WIB Last Updated 2026-07-04T09:59:19Z
Kepala BMKG RI, Prof. Teuku Faisal Fathani, meresmikan fasilitas HF Radar Array di Pantai Anas Malik, Kota Pariaman, sebagai upaya memperkuat sistem pemantauan maritim dan mitigasi bencana di wilayah pesisir Sumatera Barat.


Pariaman, Becker.Biz.Id — Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Prof. Teuku Faisal Fathani, meresmikan fasilitas High Frequency (HF) Radar Array di kawasan Pantai Anas Malik, Kota Pariaman, Jumat (3/7/2026). Peresmian tersebut turut dihadiri Wali Kota Pariaman, Yota Balad, Wakil Wali Kota Pariaman, Mulyadi, serta sejumlah pejabat dan pemangku kepentingan terkait.

Peresmian fasilitas radar maritim tersebut ditandai dengan penandatanganan prasasti sebagai simbol beroperasinya perangkat pemantauan yang diharapkan mampu memperkuat sistem mitigasi bencana di wilayah pesisir Sumatera Barat.

Dalam sambutannya, Prof. Teuku Faisal Fathani menjelaskan bahwa HF Radar Array merupakan teknologi pemantauan maritim modern yang berfungsi memberikan informasi cepat dan akurat mengenai kondisi laut. Kehadiran radar ini juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan perlindungan masyarakat terhadap potensi bencana, termasuk ancaman tsunami.

Menurutnya, berbeda dengan radar konvensional yang memiliki keterbatasan jangkauan akibat kelengkungan bumi, teknologi HF Radar mampu mendeteksi kondisi laut hingga melampaui garis cakrawala. Dengan kemampuan tersebut, informasi terkait arus laut, gelombang, hingga pergerakan objek di perairan dapat diperoleh secara real time.

HF Radar Array sendiri merupakan jaringan antena radio yang bekerja pada frekuensi tinggi antara 3 hingga 30 MHz. Teknologi ini memanfaatkan gelombang radio yang dipancarkan ke permukaan laut, kemudian menangkap kembali pantulan gelombang untuk dianalisis menggunakan sistem komputer.

Melalui proses tersebut, radar dapat mengukur kecepatan arus laut, arah pergerakan massa air, hingga mendukung pemantauan aktivitas di wilayah perairan dalam cakupan yang sangat luas.

Prof. Teuku Faisal Fathani menyebutkan bahwa Sumatera Barat saat ini memiliki tiga sistem radar strategis. Pertama, radar C-band yang mendukung kebutuhan penerbangan di kawasan Bandara Internasional Minangkabau. Kedua, radar maritim yang berada di kawasan Teluk Bayur. Ketiga, HF Radar Array yang memiliki jangkauan hingga sekitar 150 kilometer dan ditempatkan pada titik-titik strategis di wilayah pesisir.

Ia menambahkan, pemerintah melalui BMKG bersama instansi terkait terus memperluas pemasangan HF Radar di berbagai wilayah Indonesia guna memperkuat sistem keamanan, keselamatan pelayaran, serta navigasi maritim nasional.

Sementara itu, Wali Kota Pariaman, Yota Balad, menyambut baik hadirnya fasilitas tersebut. Menurutnya, keberadaan HF Radar Array memiliki peran penting dalam memperkuat sistem peringatan dini terhadap potensi bencana yang dapat mengancam kawasan pesisir barat Sumatera.

"Kehadiran HF Radar ini menjadi aset penting bagi masyarakat. Selain mendukung mitigasi bencana, teknologi ini juga dapat meningkatkan keselamatan nelayan dan masyarakat pesisir yang menggantungkan aktivitasnya di laut," ujarnya.

Yota Balad juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga dan mendukung keberlangsungan fasilitas tersebut agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.

Selain berfungsi sebagai sistem pemantauan kondisi laut, HF Radar Array juga diharapkan dapat mendukung operasi pencarian dan pertolongan (SAR) apabila terjadi kecelakaan atau kondisi darurat di wilayah perairan.

Peresmian fasilitas ini turut disaksikan oleh berbagai unsur pemerintah dan pemangku kepentingan, termasuk Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah.(*/Dyl )

×
Berita Terbaru Update