![]() |
| Daun Sirsak Masih Banyak Dikonsumsi sebagai Herbal, Tidak Dapat Menggantikan Pengobatan Kanker |
Padang, Becker.Biz.Id— Daun sirsak hingga kini masih menjadi salah satu tanaman herbal yang banyak dimanfaatkan masyarakat. Sebagian orang mengonsumsinya untuk menjaga kesehatan, bahkan ada yang percaya rebusan daun sirsak dapat menjadi pendamping terapi bagi penderita kanker. Namun, para ahli menegaskan bahwa manfaat tersebut belum memiliki bukti ilmiah yang cukup untuk dijadikan pengganti pengobatan medis.
Di berbagai pasar tradisional di Kota Padang, daun sirsak, baik dalam kondisi segar maupun kering, masih cukup diminati. Pembeli umumnya mencari daun tersebut sebagai bahan minuman herbal yang diyakini dapat membantu menjaga kebugaran tubuh.
Salah seorang penjual tanaman herbal di Padang, Eti (40), mengatakan banyak konsumennya membeli daun sirsak setelah memperoleh informasi dari kerabat atau media sosial mengenai manfaat tanaman tersebut.
"Sebagian pembeli percaya daun sirsak baik dikonsumsi sebagai pelengkap bagi penderita kanker. Saya selalu mengingatkan bahwa ini bukan obat untuk menyembuhkan penyakit dan pengobatan dari dokter tetap harus dijalani," ujarnya, Sabtu (25/7/2026).
Eti menjelaskan, cara yang umum dilakukan masyarakat adalah merebus sekitar 10 hingga 15 lembar daun sirsak dengan tiga gelas air hingga tersisa sekitar satu gelas. Setelah dingin, air rebusan tersebut kemudian diminum sesuai kebutuhan.
Pengalaman serupa disampaikan Iyun (52), warga Kecamatan Kuranji. Ia mengaku telah lama mengonsumsi rebusan daun sirsak sebagai bagian dari pola hidup sehat.
"Saya meminumnya untuk menjaga stamina dan kesehatan tubuh. Namun saya tetap rutin memeriksakan kesehatan dan mengikuti anjuran dokter apabila diperlukan," katanya.
Secara ilmiah, daun sirsak mengandung berbagai senyawa seperti flavonoid, alkaloid, tanin, dan antioksidan yang masih menjadi objek penelitian. Beberapa studi di laboratorium memang menunjukkan adanya potensi senyawa tertentu terhadap sel kanker. Meski demikian, hingga kini belum terdapat bukti klinis yang menyatakan daun sirsak mampu mengobati atau menyembuhkan kanker pada manusia.
Oleh sebab itu, tenaga kesehatan mengimbau masyarakat agar tidak menjadikan daun sirsak sebagai pengganti terapi medis. Penggunaan herbal sebaiknya dikonsultasikan terlebih dahulu kepada tenaga kesehatan, terutama bagi pasien yang sedang menjalani pengobatan, guna menghindari kemungkinan interaksi obat maupun efek yang tidak diinginkan.
Menjaga pola makan bergizi seimbang, rutin berolahraga, menerapkan gaya hidup sehat, serta melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala tetap menjadi langkah yang paling dianjurkan untuk menjaga kesehatan dan menurunkan risiko berbagai penyakit.(*/Dyl )
