Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Mengenang Edwar Bendang, Wartawan Investigasi Sumbar yang Dikenal Berani dan Berintegritas

05 July 2026 | 05 July WIB Last Updated 2026-07-05T06:59:26Z
Penulis sekaligus rekan sejawat almarhum, Nur Akmal, mengenang Edwar Bendang sebagai sosok yang memiliki idealisme tinggi sejak sama-sama berkiprah di Tabloid Bijak, media yang pernah diterbitkan PT Ranah Media Sejahtera di Kota Padang.


Payakumbuh, Becker.Biz.Id – Dunia jurnalistik Sumatera Barat kembali berduka. Wartawan senior yang dikenal dengan nama pena Edwar Bendang, atau bernama lengkap Edwar Hafri, meninggal dunia pada Sabtu (4/7/2026) dini hari sekitar pukul 02.00 WIB di RS Dr. Achmad Mochtar (RSAM) Bukittinggi setelah menjalani perawatan akibat sakit yang dideritanya.

Kepergian Edwar Bendang meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, sahabat, serta insan pers, khususnya di wilayah Luak Limopuluah yang meliputi Kota Payakumbuh dan Kabupaten Lima Puluh Kota. Sosoknya dikenal luas sebagai jurnalis investigasi yang memiliki keberanian mengungkap berbagai persoalan publik dengan tetap menjunjung tinggi etika dan profesionalisme.

Tulisan-tulisan Edwar Bendang selama puluhan tahun dikenal kritis, tajam, dan sarat data. Berbagai laporannya kerap menjadi perhatian masyarakat maupun para pemangku kebijakan karena dinilai mampu mendorong transparansi serta memperkuat fungsi kontrol sosial media terhadap jalannya pemerintahan.

Penulis sekaligus rekan sejawat almarhum, Nur Akmal, mengenang Edwar Bendang sebagai sosok yang memiliki idealisme tinggi sejak sama-sama berkiprah di Tabloid Bijak, media yang pernah diterbitkan PT Ranah Media Sejahtera di Kota Padang.

Menurutnya, semangat jurnalistik yang dimiliki Edwar tidak hanya terlihat dalam setiap karya tulisnya, tetapi juga dalam kesehariannya ketika membimbing wartawan muda agar memahami pentingnya integritas, keberanian, dan tanggung jawab profesi.

"Beliau tidak pernah menjaga jarak dengan wartawan muda. Justru selalu membuka ruang untuk berdiskusi, berbagi pengalaman, serta mengajarkan bahwa seorang jurnalis harus berpihak pada kebenaran," kenang Nur Akmal.

Hal senada disampaikan rekan sesama jurnalis, Tata Tanur. Ia menilai Edwar Bendang merupakan sosok yang tegas saat bekerja, namun tetap rendah hati dalam kehidupan sehari-hari.

"Di balik ketegasannya sebagai wartawan, beliau adalah pribadi yang hangat, mudah bergaul, dan tidak pernah pelit membagikan ilmu kepada generasi muda," ujarnya.

Ucapan belasungkawa juga datang dari anggota DPRD Kota Payakumbuh, Toa Libra. Menurutnya, Edwar Bendang telah memberikan kontribusi besar terhadap perkembangan pers yang independen di Sumatera Barat.

"Ketajaman pena beliau bukan untuk menyerang seseorang, tetapi menjadi bagian dari upaya menjaga demokrasi, keterbukaan informasi, dan kepentingan masyarakat," katanya.

Semasa hidupnya, Edwar Bendang dikenal sebagai jurnalis yang konsisten menjalankan fungsi kontrol media. Ia lebih memilih menyampaikan kritik yang konstruktif demi mendorong perbaikan tata kelola pemerintahan dan pelayanan publik.

Almarhum meninggalkan keluarga tercinta, Suci Wulandari dan Panji Muhammad, serta banyak sahabat dan wartawan yang pernah mendapatkan bimbingan langsung darinya.

Jenazah disemayamkan di rumah duka di wilayah Luak Limopuluah sebelum dimakamkan oleh pihak keluarga.

Kepergian Edwar Bendang menjadi kehilangan besar bagi dunia pers Sumatera Barat. Meski sosoknya telah tiada, dedikasi, keberanian, dan integritas yang selama ini ia tunjukkan diyakini akan terus menjadi inspirasi bagi para jurnalis dalam menjalankan profesinya secara profesional, independen, dan bertanggung jawab.

Turut berduka cita atas wafatnya almarhum Edwar Bendang. Semoga almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT, diampuni segala khilafnya, dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan. Aamiin.(*/Dyl )

×
Berita Terbaru Update