-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Nadwah Fiqhiyyah Internasional di Padang Bahas Metodologi Fikih Kontemporer

29 July 2026 | 29 July WIB Last Updated 2026-07-29T14:22:55Z

 Kode Berita: KPS-AGM-29072026-09


Nadwah Fiqhiyyah Internasional yang menghadirkan ulama asal Suriah, Syekh Abdul Al-Razzaq An-Najm, digelar di Aula Kantor Gubernur Sumatera Barat, Rabu (29/7/2026)


Padang, Becker.Biz.Id — Nadwah Fiqhiyyah Internasional yang menghadirkan ulama asal Suriah, Syekh Abdul Al-Razzaq An-Najm, digelar di Aula Kantor Gubernur Sumatera Barat, Rabu (29/7/2026). Kegiatan yang diselenggarakan Ikatan Dai Indonesia (IKADI) Sumbar itu membahas pendekatan fikih wasathiyah dalam merespons berbagai persoalan keagamaan kontemporer.

Sekitar 100 peserta mengikuti forum ilmiah bertema Prinsip-prinsip Metodologis dalam Pemanfaatan Pendapat Fuqaha pada Isu-Isu Fikih Kontemporer. Mereka terdiri dari para dai, dosen, guru pondok pesantren, dan praktisi keislaman dari berbagai kabupaten dan kota di Sumatera Barat.

Saat membuka kegiatan, Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, menyampaikan bahwa pemahaman fikih yang moderat dinilai penting untuk menjaga persatuan umat sekaligus memberikan jawaban terhadap persoalan keagamaan yang terus berkembang.

Menurut Mahyeldi, penyampaian ajaran agama kepada masyarakat perlu mengedepankan nilai-nilai yang menyejukkan, sementara pembahasan ilmiah yang lebih mendalam menjadi ruang bagi para ulama untuk mengembangkan khazanah keilmuan Islam.

"Umat harus disuguhi pemahaman yang menghadirkan kedamaian, ketenangan, serta menjaga persatuan. Adapun pembahasan yang bersifat mendalam memiliki forum tersendiri di kalangan para ulama," ujarnya.

Ia juga menilai kehadiran Syekh Abdul Al-Razzaq An-Najm menjadi kesempatan bagi para dai, akademisi, dan pendidik untuk memperluas wawasan keislaman melalui dialog ilmiah. Menurutnya, Suriah memiliki sejarah panjang dalam perkembangan keilmuan Islam dan memiliki kedekatan dengan Indonesia melalui tradisi mazhab Syafi'i.

Dalam kesempatan yang sama, Mahyeldi berharap IKADI Sumbar terus berperan dalam memperkuat pemahaman keagamaan yang mampu merespons dinamika persoalan di tengah masyarakat melalui pendekatan fikih yang berlandaskan metodologi dan kemaslahatan.

Anggota DPR RI Rahmat Saleh yang turut hadir menyatakan dukungannya terhadap penyelenggaraan Nadwah Fiqhiyyah dan berharap kegiatan serupa dapat terus berlanjut sehingga memberi manfaat lebih luas bagi masyarakat.

Sementara itu, Wakil Ketua IKADI Sumbar, Muhammad Rido, menyampaikan apresiasi kepada Syekh Abdul Al-Razzaq An-Najm yang memenuhi undangan untuk berbagi ilmu di Sumatera Barat. Ia juga mengapresiasi dukungan berbagai pihak sehingga kegiatan tersebut dapat terlaksana.

Ketua panitia, Dr. Defrinal, MA, mengatakan jumlah peserta sengaja dibatasi agar proses pembelajaran berlangsung lebih efektif. Selama lebih dari tujuh jam, peserta mengikuti pembahasan metodologi fikih kontemporer dengan penyampaian materi secara langsung menggunakan bahasa Arab.

"Forum ini dirancang untuk memperdalam kapasitas para dai, akademisi, dan pendidik dalam memahami persoalan fikih kontemporer langsung dari ahlinya," kata Defrinal.

×
Berita Terbaru Update