AGAM,Becker.Biz.Id– Pemerintah Nagari Bukik Batabuah, Kecamatan Canduang, Kabupaten Agam, terus memperkuat komitmennya dalam mewujudkan ketahanan pangan melalui peningkatan kualitas dan keamanan hasil pertanian. Salah satu langkah yang ditempuh adalah mengusulkan delapan komoditas unggulan untuk mengikuti uji laboratorium keamanan pangan tingkat Provinsi Sumatera Barat.
Komoditas yang diajukan meliputi pakcoy atau caisim, timun, seledri, tomat, kangkung, kentang, sawi pahit, dan sawi hijau. Pengujian ini bertujuan memastikan produk pertanian yang dihasilkan memenuhi standar keamanan pangan sehingga layak dipasarkan secara lebih luas.
Wali Nagari Bukik Batabuah, Firdaus, menjelaskan bahwa upaya tersebut merupakan bagian dari strategi pemerintah nagari bersama para petani dalam meningkatkan daya saing produk pertanian lokal. Menurutnya, delapan komoditas yang diusulkan diharapkan dapat mengikuti jejak empat komoditas yang lebih dahulu memperoleh Sertifikat Prima Tiga, yakni bawang merah, cabai, terung, dan kol.
"Pengajuan ini merupakan bentuk keseriusan pemerintah nagari bersama petani untuk terus meningkatkan mutu hasil pertanian. Harapannya, komoditas yang diusulkan dapat memenuhi seluruh persyaratan sehingga memperoleh sertifikasi seperti produk unggulan yang telah lebih dulu lolos," ujar Firdaus saat ditemui di Bukik Batabuah, Kamis (23/7/2026).
Ia menambahkan, proses pengujian laboratorium bukan sekadar memenuhi persyaratan administrasi, tetapi menjadi jaminan bahwa hasil pertanian yang dipasarkan aman dikonsumsi masyarakat. Selain memberikan perlindungan kepada konsumen, sertifikasi juga diyakini mampu meningkatkan nilai jual dan memperluas akses pasar bagi produk pertanian lokal.
Dengan semakin banyaknya komoditas yang tersertifikasi, Pemerintah Nagari Bukik Batabuah berharap sektor pertanian setempat semakin berkembang, memberikan nilai tambah bagi petani, serta memperkuat posisi produk hortikultura daerah di pasar regional maupun nasional.(*/Dyl )
