-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

282 Hunian Tetap untuk Korban Bencana di Limapuluh Kota Masih Dalam Tahap Pembangunan

01 August 2026 | 01 August WIB Last Updated 2026-08-01T03:01:00Z


Kepala BPBD Kabupaten Limapuluh Kota, Zaimar Hakim

Limapuluh Kota, Bekcer.Biz.Id - Hingga kini pengerjaan pembangunan ratusan hunian tetap (Huntap) bagi warga terdampak bencana hidrometeorologi di Kabupaten Limapuluh Kota masih terus berlangsung. Ini adalah upaya relokasi dan pemulihan pascabencana.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Limapuluh Kota, Zaimar Hakim, mengatakan pembangunan tersebut meliputi Huntap Terpadu untuk 233 kepala keluarga di Nagari Koto Tinggi yang dikerjakan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman, serta Huntap Terpadu Sepa Block yang dibangun melalui kolaborasi BNPB bersama PT Semen Padang.


Menurutnya, penyediaan hunian tetap menjadi salah satu fokus utama pemulihan agar masyarakat yang kehilangan tempat tinggal dapat segera menempati rumah yang lebih aman.


Selain Huntap, sebanyak 60 unit hunian sementara (Huntara) di Kecamatan Gunung Omeh telah selesai dibangun dan seluruhnya telah dihuni oleh warga terdampak.


Di sektor lain, pemulihan lahan pertanian juga telah dilakukan. "Sebanyak 77 hektare sawah yang terdampak bencana di Nagari Balai Panjang, Koto Tinggi, dan Baruah Gunuang telah kembali dimanfaatkan untuk kegiatan bercocok tanam", ujarnya, (1/8/2026)


Sementara itu, rehabilitasi infrastruktur masih terus berjalan. BPBD mencatat terdapat 82 titik infrastruktur yang ditangani secara bertahap, meliputi jalan, jembatan, serta fasilitas umum lainnya yang mengalami kerusakan akibat bencana.


Zaimar menyebut salah satu pekerjaan yang mendekati penyelesaian adalah perbaikan Jembatan Garuda Tahap IV di Jorong Mudiak Liki dengan progres mencapai 96,72 persen. Selain itu, pengerjaan 36 ruas jalan terdampak juga terus dipercepat, termasuk akses menuju kawasan hunian tetap yang baru.


Ia menambahkan, proses rehabilitasi dan rekonstruksi mendapat pendampingan dari Tim Supervisi Satuan Tugas Percepatan Pemulihan Pascabencana yang turun ke Sumatera Barat pada akhir Juli 2026 untuk memantau perkembangan pekerjaan di lapangan. (nura)

×
Berita Terbaru Update