![]() |
| Uni Zur saat mengupas kulit bawang yang menjadi rutinitas hariannya saat ini (Foto : Rahmad) |
Solok, Becker.Biz.Id– Di tengah kesibukan para pekerja pengupas bawang merah di Jorong Kapalo Koto, Nagari Saok Laweh, Kecamatan Kubung, Kabupaten Solok, tampak sosok perempuan sederhana yang akrab disapa Uni Zur.
Dengan tangan yang tak pernah berhenti mengupas bawang sejak pagi hingga sore, ia berjuang membantu memenuhi kebutuhan ekonomi keluarganya.
Setiap hari, Uni Zur menghabiskan waktu berjam-jam mengupas bawang merah.
Pekerjaan tersebut memang jauh dari kata mudah. Selain membutuhkan ketelitian, pekerjaan ini juga menuntut kesabaran dan ketahanan fisik.
Meski demikian, ia tetap menjalaninya dengan penuh semangat demi memberikan penghasilan tambahan bagi keluarganya.
Upah yang diterima pun tergolong kecil, yakni sekitar Rp1.000 per kilogram bawang merah yang berhasil dikupas. Namun, bagi Uni Zur, sekecil apa pun hasil yang diperoleh tetap menjadi rezeki yang patut disyukuri.
"Alhamdulillah, walaupun upahnya hanya Rp1.000 per kilogram, yang penting bisa membantu kebutuhan keluarga," ujar Uni Zur dengan senyum tulus, Jumat (07/08/2026)
Pekerjaan sebagai pengupas bawang merah menjadi salah satu sumber mata pencaharian bagi sejumlah ibu rumah tangga di wilayah tersebut.
Mereka rela bekerja dari pagi hingga sore demi menambah penghasilan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Kisah Uni Zur menjadi gambaran nyata tentang ketangguhan perempuan di pedesaan.
Di balik pekerjaan yang sederhana dengan upah yang terbatas, tersimpan semangat juang, keikhlasan, dan pengorbanan besar demi keluarga.
Semangat dan senyum Uni Zur menjadi bukti bahwa kerja keras tidak selalu diukur dari besarnya penghasilan, melainkan dari ketulusan dalam memperjuangkan kehidupan yang lebih baik bagi orang-orang tercinta.
Kisah ini juga menjadi pengingat bahwa masih banyak pekerja sektor informal yang terus berjuang dalam keterbatasan, namun tetap optimistis menjalani kehidupan. (mat)
