-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

BI dan Pemkab Aceh Barat Perkuat Budidaya Cabai Merah untuk Kendalikan Inflasi

23 August 2026 | 23 August WIB Last Updated 2026-08-23T11:01:12Z
Para petani cabai merah mengikuti pelatihan dan penandatanganan komitmen bersama dalam program GPIPS yang diselenggarakan Bank Indonesia bersama Pemerintah Kabupaten Aceh Barat. (Foto:Hendra)




Aceh Barat, Becker.biz.id — Bank Indonesia (BI) bersama Pemerintah Kabupaten Aceh Barat memperkuat upaya pengendalian inflasi daerah melalui program Gerakan Pengendalian Inflasi dan Pangan Sejahtera (GPIPS) yang menyasar petani cabai merah di wilayah tersebut.


Program tersebut melibatkan lima kelompok tani binaan, yakni Sabee Hatee, Hudep Beusaree, Usaha Bersama, Rezeki Tani, dan Alue Bak Jok. Melalui kegiatan ini, para petani mendapatkan pendampingan teknis guna meningkatkan produktivitas sekaligus menjaga stabilitas pasokan cabai merah di pasaran.


Dalam pelatihan yang digelar, petani dibekali kemampuan membaca unsur hara tanah menggunakan alat Jinawi agar penggunaan pupuk lebih tepat sasaran. Selain itu, mereka juga memperoleh pengetahuan mengenai pengendalian hama dan penyakit tanaman serta manajemen keuangan usaha tani.


Praktisi budidaya cabai merah, Hafrizal, mengatakan penerapan teknologi dan pengelolaan usaha yang baik diharapkan dapat meningkatkan hasil panen sekaligus menekan biaya produksi petani.


"Kami ingin petani dapat memanfaatkan setiap input produksi secara efektif sehingga hasil yang diperoleh lebih optimal," ujarnya.


Kegiatan tersebut turut menghadirkan Konsultan Pertanian Bank Indonesia, Andi Hidayat, yang memberikan pendampingan terkait penerapan praktik budidaya yang berkelanjutan.


Sebagai bentuk keseriusan dalam menjalankan program, para petani menandatangani komitmen bersama untuk melakukan pencatatan keuangan usaha tani secara tertib, mendokumentasikan perkembangan budidaya, serta menjalankan rekomendasi teknis yang diberikan selama pendampingan.


Asisten Analis Bank Indonesia Perwakilan Aceh, Musthafa Umar, mengatakan sinergi antara BI, pemerintah daerah, dan petani diharapkan mampu mendorong Aceh Barat menjadi salah satu sentra produksi cabai merah yang kompetitif.


Menurutnya, peningkatan produksi cabai merah tidak hanya berkontribusi terhadap kesejahteraan petani, tetapi juga menjadi salah satu langkah strategis dalam menjaga ketahanan pangan dan mengendalikan inflasi daerah.


Cabai merah selama ini menjadi salah satu komoditas yang kerap memengaruhi laju inflasi akibat fluktuasi harga dan pasokan. Karena itu, penguatan sektor budidaya di tingkat petani dinilai penting untuk menjaga ketersediaan komoditas tersebut sepanjang tahun.


Melalui GPIPS, Bank Indonesia dan Pemerintah Kabupaten Aceh Barat berharap produktivitas petani meningkat, pasokan cabai merah lebih stabil, dan tekanan inflasi daerah dapat ditekan secara berkelanjutan. ( Hendra)

×
Berita Terbaru Update