-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

DLH Dharmasraya Ambil Sampel Air Terkait Dugaan Pencemaran Sungai di Koto Padang

31 August 2026 | 31 August WIB Last Updated 2026-08-31T03:56:56Z

Petugas DLH Dharmasraya ambil sampel air di Sungai Koto Balai, Nagari Koto Padang, Kecamatan Koto Baru, Minggu (30/8/2026). (Foto: Dedi)



Dharmasraya, Becker.biz.id— Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Dharmasraya mengambil sampel air di dua lokasi berbeda di Nagari Koto Padang, Kecamatan Koto Baru, Minggu (30/8/2026). Langkah tersebut dilakukan menyusul keluhan warga terkait dugaan pencemaran sungai yang disebut-sebut berasal dari aktivitas PT Dharmasraya Lestarindo (DL).


Pantauan di lapangan, pengambilan sampel dilakukan pada dua titik yang dinilai mewakili kondisi aliran sungai di sekitar kawasan perusahaan. Titik pertama berada di aliran Sungai Koto Balai yang lokasinya tidak jauh dari area operasional PT DL. Sementara titik kedua berada di kawasan Jalan Lintas Sumatra, tepatnya di sekitar Rumah Makan Simpang Raya.


Proses pengambilan sampel dilakukan oleh petugas DLH dan disaksikan sejumlah pihak, di antaranya Camat Koto Baru Darmendra serta perwakilan manajemen PT Dharmasraya Lestarindo. Kehadiran berbagai pihak tersebut untuk memastikan proses berjalan terbuka dan dapat dipertanggungjawabkan.


Kepala Bidang terkait di DLH menyebutkan, sampel air yang telah diambil selanjutnya akan diuji di laboratorium guna mengetahui kondisi kualitas air dan memastikan apakah terdapat kandungan yang melampaui baku mutu lingkungan yang telah ditetapkan.


"Hasil uji laboratorium nantinya akan menjadi dasar dalam menentukan langkah selanjutnya sesuai ketentuan yang berlaku," ujar salah seorang petugas di lokasi.


Sebelumnya, dugaan pencemaran sungai mencuat setelah sejumlah warga menyampaikan keluhan mengenai perubahan kondisi air di sekitar kawasan aliran sungai yang berada dekat dengan aktivitas perusahaan. Keluhan tersebut kemudian mendapat perhatian pemerintah daerah yang langsung menindaklanjutinya melalui pengambilan sampel dan pemeriksaan lapangan.


Warga berharap proses pengujian dilakukan secara transparan dan hasilnya dapat segera diumumkan kepada publik. Mereka juga meminta adanya tindak lanjut sesuai aturan apabila nantinya ditemukan indikasi pelanggaran terhadap ketentuan lingkungan hidup.


Hingga berita ini diturunkan, hasil uji laboratorium terhadap sampel air tersebut masih menunggu proses pemeriksaan lebih lanjut.( Dedi)

×
Berita Terbaru Update