![]() |
| Kondisi Sungai Batang Siat di Nagari Koto Salak, Kabupaten Dharmasraya, yang dilaporkan berubah warna menghitam diduga akibat limbah pabrik kelapa sawit. (Foto: pandu) |
Dharmasraya, Becker.biz.id – Dugaan pencemaran Sungai Batang Siat di Nagari Koto Salak, Kabupaten Dharmasraya, mendapat perhatian serius dari pemerintah. Menyusul laporan warga terkait perubahan warna air sungai yang menghitam dan diduga berasal dari limbah pabrik kelapa sawit, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Sumatera Barat menerjunkan tim pengawas dan penguji laboratorium ke lokasi.
Pengujian kualitas air dijadwalkan berlangsung pada Minggu (30/8/2026) dengan melibatkan tim dari DLH Provinsi Sumbar dan DLH Kabupaten Dharmasraya. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan ada atau tidaknya pencemaran berdasarkan hasil pemeriksaan ilmiah.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala DLH Kabupaten Dharmasraya, Novandri Rismi, mengatakan pihaknya langsung merespons laporan masyarakat yang masuk pada 13 Agustus 2026. Meski saat tim turun ke lapangan kondisi air sungai sudah tidak lagi berwarna hitam, proses verifikasi tetap dilakukan melalui koordinasi dengan pemerintah provinsi.
“Begitu menerima laporan dari warga, kami segera melakukan pengecekan ke lokasi. Saat itu kondisi sungai sudah kembali keruh kecokelatan. Namun, untuk memastikan penyebab perubahan warna air tersebut, kami berkoordinasi dengan DLH Provinsi Sumbar untuk melakukan verifikasi dan pengujian lebih lanjut,” kata Novandri, Sabtu (29/8/2026).
Menurutnya, keterlibatan DLH Provinsi Sumbar diperlukan karena dokumen Persetujuan Teknis pabrik yang diduga menjadi sumber pencemaran berada di bawah kewenangan pemerintah provinsi.
Novandri juga menanggapi kekhawatiran masyarakat yang menilai pembuktian dugaan pencemaran akan sulit dilakukan karena kondisi sungai telah berubah. Ia menegaskan bahwa proses pengawasan lingkungan dilakukan berdasarkan metode ilmiah dan prosedur yang berlaku.
“Petugas memiliki mekanisme baku dalam melakukan pengawasan serta didukung pengujian laboratorium. Hasil pemeriksaan nantinya akan menjadi dasar untuk menentukan apakah terjadi pencemaran atau tidak, sekaligus menentukan langkah lanjutan yang perlu diambil,” ujarnya.
Sementara itu, warga berharap hasil pengujian dapat segera diketahui agar penyebab perubahan warna air Sungai Batang Siat menjadi jelas dan tidak menimbulkan dampak lingkungan yang lebih luas.
Hingga berita ini diturunkan, proses pengambilan sampel dan pengujian laboratorium masih menunggu pelaksanaan oleh tim gabungan DLH Provinsi Sumbar dan DLH Kabupaten Dharmasraya.
( Pandu)
