-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Ini Dia Harta Karun di Balik Tumpukan Sampah TPA Aia Dingin: Gas Metan Bisa Jadi Listrik

13 August 2026 | 13 August WIB Last Updated 2026-08-13T07:43:53Z

 

Kondisi tumpukan sampah di TPA Aia Dingin Padang ternyata bisa menghasilkan gas metan yang bisa menghasilkan energi listrik. (Foto : lili)

Padang, Becker.Biz.Id — Tumpukan sampah di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Aia Dingin, Kota Padang, ternyata menyimpan potensi energi yang selama ini belum banyak diketahui. Dari timbunan sampah tersebut, gas metan terbentuk dan berpeluang diolah menjadi sumber energi listrik.


Potensi itu kini mulai dilirik serius. Tim lingkungan hidup dari Korea Selatan bersama Chief Representative Korea Environmental Industry & Technology Institute (KEITI) Indonesia, Kang Min Soo, turun langsung ke TPA Aia Dingin, Rabu (12/8/2026), untuk melihat potensi gas metan yang terdapat pada zona sampah yang sudah tidak aktif.


Gas metan terbentuk secara alami dari proses penguraian sampah organik di dalam timbunan. Jika dikelola dengan teknologi yang tepat, gas tersebut tidak hanya dapat dikendalikan agar tidak lepas ke atmosfer, tetapi juga bisa dimanfaatkan sebagai bahan bakar pembangkit listrik.


Kepala UPTD TPA dan IPLT Aia Dingin, Syahrial, mengatakan kunjungan tim Korea Selatan tersebut merupakan bagian dari penjajakan pemanfaatan gas metan di kawasan TPA.


“Tim dari Korea Selatan datang untuk memantau langsung sel-sel yang sudah tidak aktif dan melihat potensi gas metan yang bisa dimanfaatkan,” kata Syahrial.


Menurutnya, tim Korea Selatan melihat adanya peluang untuk mengembangkan gas metan menjadi energi listrik. Listrik yang nantinya dihasilkan bahkan direncanakan dapat disalurkan ke jaringan PLN.


“Menurut tim dari Korea Selatan, potensi kita di sini dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan gas metan yang bisa dijadikan pembangkit tenaga listrik,” ujarnya.


Potensi tersebut menjadi semakin menarik karena TPA Aia Dingin menerima sekitar 600 hingga 700 ton sampah setiap hari. Dengan volume sampah sebesar itu, timbunan sampah yang telah berada di dalam sel-sel lama berpotensi terus menghasilkan gas metan selama proses penguraian berlangsung.


Namun, rencana pemanfaatan gas metan tersebut masih dalam tahap kajian teknis. Belum ditentukan kapan pembangunan fasilitas pengolahan dan pembangkit listrik akan dimulai.


Bagi pengelola TPA Aia Dingin, peluang tersebut dapat menjadi terobosan dalam mengubah persoalan sampah menjadi sumber energi. Selain menghasilkan manfaat ekonomi, pengolahan gas metan juga berpotensi mendukung pengelolaan lingkungan yang lebih baik.


“Kami sangat mengharapkan kehadiran investor, baik untuk pengolahan maupun pemanfaatan sampah. Kalau potensi gas metan ini bisa dikembangkan menjadi energi, tentu akan memberikan manfaat besar,” kata Syahrial. (lili)

×
Berita Terbaru Update