-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Kabut Asap Kiriman Sumsel Perburuk Kualitas Udara di Solok Selatan, Sijunjung, dan Dharmasraya

31 August 2026 | 31 August WIB Last Updated 2026-08-31T03:43:24Z
Kabut asap pekat menyelimuti kawasan Kota Padang dan sekitarnya, Minggu (30/8/2026). (Foto: Dedi)



Padang,Becker.biz.id — Kabut asap yang diduga berasal dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Sumatera Selatan mulai berdampak terhadap kualitas udara di sejumlah wilayah di Sumatera Barat. Pada Minggu (30/8/2026), Solok Selatan, Sijunjung, dan Dharmasraya tercatat sebagai daerah dengan kualitas udara terburuk di provinsi tersebut.


Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan (P2KL) Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sumatera Barat, Desrizal, mengatakan penurunan kualitas udara tersebut dipengaruhi oleh pergerakan massa udara yang membawa asap dari wilayah Sumatera Selatan ke arah Sumatera Barat.


"Berdasarkan pemantauan kualitas udara selama 24 jam melalui aplikasi IQAir hingga pukul 13.59 WIB, tiga daerah yang mengalami kondisi kualitas udara paling terdampak adalah Solok Selatan, Sijunjung, dan Dharmasraya," kata Desrizal saat dikonfirmasi, Minggu.


Menurutnya, kondisi tersebut perlu menjadi perhatian masyarakat, terutama kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan penderita gangguan pernapasan. Paparan kabut asap dalam jangka waktu tertentu dapat memicu gangguan kesehatan, terutama pada saluran pernapasan.


DLH Sumbar terus memantau perkembangan kualitas udara di berbagai daerah untuk mengantisipasi dampak yang lebih luas. Pemantauan dilakukan melalui data kualitas udara yang tersedia secara daring serta koordinasi dengan instansi terkait.


Desrizal mengimbau masyarakat untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan apabila kualitas udara memburuk. Penggunaan masker juga disarankan bagi warga yang harus beraktivitas di luar rumah guna mengurangi risiko terpapar partikel polutan.


Selain itu, masyarakat diminta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami keluhan seperti batuk, sesak napas, iritasi mata, atau gangguan kesehatan lain yang diduga berkaitan dengan kabut asap.


Hingga Minggu siang, kabut tipis masih terlihat di sejumlah wilayah bagian timur Sumatera Barat. Pemerintah daerah bersama instansi terkait terus memantau perkembangan situasi, termasuk potensi bertambahnya dampak kabut asap apabila kondisi cuaca dan arah angin tidak mengalami perubahan. ( Dedi)

×
Berita Terbaru Update