-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Korban Gempa Flores Bertambah Jadi 47 Orang, Layanan Kesehatan Lumpuh di Sejumlah Daerah

16 August 2026 | 16 August WIB Last Updated 2026-08-16T10:48:48Z
Pasien RSUD Ruteng dipindahkan ke perawatan darurat di halaman rumah sakit setelah bangunan mengalami kerusakan berat akibat gempa magnitudo 7,7 yang mengguncang Flores, NTT, Sabtu (15/8/2026). Foto: Ahmad 



Flores , Becker.biz.id — Jumlah korban meninggal dunia akibat gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur terus bertambah. Hingga Minggu (16/8/2026), tercatat sedikitnya 47 orang meninggal dunia dan sekitar 5.000 warga terpaksa mengungsi ke lokasi yang lebih aman.


Gempa yang terjadi pada Sabtu (15/8/2026) dini hari itu juga memicu ratusan gempa susulan. Data terbaru mencatat sebanyak 341 kali gempa susulan dengan kekuatan berkisar antara magnitudo 3,7 hingga 6,2, sehingga menimbulkan kekhawatiran di tengah masyarakat dan menghambat proses penanganan darurat.


Selain menimbulkan korban jiwa, bencana ini juga menyebabkan kerusakan signifikan pada fasilitas kesehatan. Dari 21 rumah sakit yang berada di wilayah terdampak, enam rumah sakit mengalami kerusakan ringan dan tiga lainnya mengalami kerusakan berat. Kerusakan berat terjadi di RSUD Ruteng, Kabupaten Manggarai, serta RS Pratama Raja dan RS Aeramo di Kabupaten Nagekeo.


Tak hanya rumah sakit, puluhan puskesmas juga terdampak. Tercatat 37 puskesmas mengalami kerusakan sedang dan 20 puskesmas rusak berat yang tersebar di Kabupaten Nagekeo, Manggarai, Manggarai Barat, Manggarai Timur, dan Ngada.


Kondisi paling memprihatinkan terjadi di RSUD Ruteng. Sejumlah bagian bangunan rumah sakit mengalami kerusakan parah setelah atap dan dinding beberapa ruangan roboh akibat guncangan gempa. Akibatnya, sejumlah layanan vital seperti ruang operasi, instalasi farmasi, dan laboratorium tidak dapat difungsikan.


Untuk menjaga keselamatan pasien dari ancaman gempa susulan, pihak rumah sakit memindahkan pelayanan ke tenda-tenda darurat yang didirikan di halaman rumah sakit. Hingga Minggu siang, sebanyak 32 pasien masih menjalani perawatan di tenda tersebut, termasuk empat korban gempa yang membutuhkan penanganan medis segera.


Salah seorang pasien dilaporkan mengalami patah tulang dan memerlukan tindakan lanjutan. Sementara itu, sejumlah pasien lainnya memilih pulang karena merasa tidak nyaman menjalani perawatan di fasilitas darurat.


Pihak rumah sakit saat ini terus berupaya menata layanan kesehatan darurat sambil menyelamatkan peralatan medis yang masih bisa digunakan. Di tengah keterbatasan yang ada, bantuan tenaga kesehatan dan fasilitas medis tambahan sangat dibutuhkan untuk mempercepat penanganan korban.


Pemerintah bersama tim tanggap darurat masih melakukan pendataan serta penyaluran bantuan ke daerah-daerah terdampak. Jumlah korban maupun kerusakan diperkirakan masih dapat bertambah seiring proses evakuasi dan asesmen yang terus berlangsung. ( Ahmad)

×
Berita Terbaru Update