-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Nelayan Karimun Kesulitan Melaut Saat Angin Selatan Menguat, Minta Pompong Lebih Memadai

11 August 2026 | 11 August WIB Last Updated 2026-08-11T14:39:58Z
Nelayan Karimun Kesulitan Melaut Saat Angin Selatan Menguat. (Foto : Defran)

Karimun, Becker.Biz.Id — Nelayan di Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), mulai kesulitan melaut sejak angin selatan bertiup cukup kuat. Cuaca ekstrem dan gelombang tinggi membuat nelayan harus lebih berhati-hati karena kondisi laut dinilai membahayakan keselamatan.

Salah seorang nelayan Desa Pongkar, Amat, mengatakan kondisi laut dalam beberapa hari terakhir tidak bersahabat. Nelayan terpaksa menunggu angin dan gelombang lebih teduh sebelum berangkat mencari ikan.

“Kondisi laut saat ini tidak bersahabat. Kami melihat kondisi angin terlebih dahulu. Kalau agak teduh, baru bisa melaut,” kata Amat saat ditemui di Pantai Ketam, Selasa (11/8/2026).

Menurutnya, kondisi gelombang membuat nelayan tidak bisa leluasa memasang jaring hingga ke tengah laut. Keterbatasan ukuran dan kemampuan perahu juga menjadi kendala bagi nelayan untuk mencari wilayah tangkapan yang lebih jauh.

Karena itu, Amat berharap pemerintah daerah maupun Dinas Perikanan Provinsi Kepri dapat membantu nelayan dengan sarana melaut yang lebih memadai, terutama pompong berkapasitas sekitar lima ton.

“Kalau pompongnya memadai, kami bisa mencari ikan ke tengah laut dan lebih mampu menghadapi gelombang,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Ketua DPP Laskar Melayu Bersatu, Dato Fahrizal. Ia mengingatkan nelayan agar tidak memaksakan diri melaut ketika kondisi cuaca ekstrem.

“Kami mengimbau seluruh nelayan agar berhati-hati saat melaut dalam kondisi cuaca ekstrem seperti sekarang. Keselamatan harus menjadi yang utama,” katanya (11/8/2026).

Fahrizal juga berharap pemerintah memberikan dukungan berupa alat tangkap yang lebih modern serta armada yang sesuai dengan kondisi perairan Karimun. Menurutnya, sarana yang memadai dapat membantu nelayan meningkatkan hasil tangkapan sekaligus mengurangi risiko saat berada di laut.

Tokoh masyarakat Karimun, Didang Sarifudin, juga meminta nelayan lebih jeli membaca kondisi cuaca sebelum berangkat melaut. Menurutnya, perubahan cuaca dan gelombang harus menjadi pertimbangan utama agar aktivitas mencari nafkah tidak membahayakan keselamatan.

Selain persoalan nelayan tangkap, Didang menyoroti potensi usaha budidaya perikanan di wilayah Karimun. Ia menyebut budidaya udang vaname di Pulau Kundur perlu mendapat perhatian karena berpotensi membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat setempat.

“Budidaya udang vaname di Pulau Kundur perlu diperhatikan. Kalau dikembangkan dengan baik, usaha ini bisa menyerap lebih banyak tenaga kerja,” ujarnya.

Sementara itu, tokoh masyarakat Kecamatan Buru, Sulaiman, berharap Pemerintah Provinsi Kepri membantu nelayan dengan armada berupa bot pancung yang dilengkapi mesin sekitar 40 PK.

Menurutnya, armada yang lebih kuat akan memungkinkan nelayan menjangkau wilayah perairan yang lebih jauh untuk mencari udang dan ikan tenggiri.

“Dengan armada dan mesin yang memadai, nelayan bisa lebih berani menjangkau wilayah tangkapan yang lebih jauh, tentunya dengan tetap memperhatikan keselamatan,” katanya.

Kondisi cuaca yang kurang bersahabat membuat nelayan Karimun kini harus mengandalkan situasi angin dan gelombang sebelum menentukan waktu melaut. Di sisi lain, kebutuhan terhadap armada dan alat tangkap yang lebih sesuai menjadi salah satu persoalan yang masih diharapkan mendapat perhatian. (def)

×
Berita Terbaru Update