![]() |
| Kepala Bidang Perikanan Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Kota Pariaman, Zainal. |
Pariaman, Becker.Biz.Id— Keterbatasan pasokan es balok masih menjadi tantangan bagi aktivitas usaha perikanan di Kota Pariaman. Kapasitas produksi yang tersedia saat ini dinilai belum mampu mengimbangi kebutuhan nelayan yang terus meningkat seiring bertambahnya aktivitas penangkapan ikan.
Kepala Bidang Perikanan Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Kota Pariaman, Zainal, mengatakan pabrik es balok yang berada di kawasan Karan Aur telah beroperasi sejak 2013 dengan kapasitas produksi sekitar 200 batang per hari.
"Produksi tersebut belum mampu memenuhi kebutuhan nelayan. Karena itu, kami kembali mengusulkan pembangunan pabrik es balok dengan kapasitas sekitar 300 batang per hari," kata Zainal, Minggu (2/8/2026).
Menurutnya, kebutuhan es balok terus meningkat karena sebagian besar armada nelayan di Pariaman kini telah menggunakan kapal bermesin sehingga mampu menjangkau daerah penangkapan yang lebih jauh. Kondisi tersebut membuat kebutuhan es untuk menjaga kesegaran hasil tangkapan selama di laut juga semakin besar.
Ia menjelaskan, pemerintah daerah telah mengajukan usulan pembangunan fasilitas produksi es balok kepada Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Langkah tersebut ditempuh mengingat kemampuan anggaran daerah masih terbatas untuk membangun fasilitas baru.
Upaya serupa sebenarnya telah dilakukan sejak 2025 melalui penyampaian proposal dan komunikasi dengan KKP. Namun hingga kini usulan tersebut masih menunggu tindak lanjut.
Pada tahun ini, usulan kembali diajukan dengan harapan memperoleh dukungan pembangunan pabrik es balok berkapasitas 300 batang per hari.
Zainal menilai keberadaan tambahan fasilitas produksi tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan es balok nelayan, tetapi juga mendukung kelancaran rantai pasok hasil perikanan. Dengan pasokan es yang memadai, kualitas ikan dapat terjaga hingga ke tangan pembeli, sehingga berpotensi meningkatkan nilai jual hasil tangkapan dan pendapatan nelayan. (Tris)
