-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Peremajaan Sawit Rakyat Dongkrak Produktivitas dan Perkuat Ekonomi Petani Dharmasraya

13 August 2026 | 13 August WIB Last Updated 2026-08-13T16:14:50Z
Proses tumbang dan pencacahan tanaman sawit tua berlangsung di areal perkebunan anggota KUD Lubuk Karya, Nagari Koto Tinggi, Kecamatan Koto Besar, Kabupaten Dharmasraya, Kamis (13/8/2026). Foto:dedi


Dharmasraya — Program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) Tahap III BPDPKS di Kabupaten Dharmasraya terus berlanjut dengan dilaksanakannya proses tumbang chipping di di areal perkebunan anggota KUD Lubuk Karya, Nagari Koto Tinggi, Kecamatan Koto Besar, Kamis (13/8/2026).


Kegiatan tersebut tersebut dihadiri sekaligus diresmikan Sekretaris Daerah Kabupaten Dharmasraya Medison, S.Sos., M.Si., yang hadir mewakili Bupati Dharmasraya Annisa Suci Ramadhani dan Wakil Bupati Leli Arni. 


Dalam sambutannya, Medison mengatakan kelapa sawit merupakan salah satu penopang utama perekonomian masyarakat Dharmasraya, dengan ribuan keluarga menggantungkan kehidupan pada sektor tersebut.


Namun, sektor perkebunan sawit juga menghadapi tantangan berupa banyaknya tanaman yang telah berumur lebih dari 25 tahun sehingga produktivitasnya terus menurun.


“Program peremajaan kelapa sawit pekebun bukan sekadar mengganti tanaman tua, tetapi merupakan investasi jangka panjang untuk meningkatkan pendapatan petani, memperkuat ekonomi daerah, dan menjaga keberlanjutan industri sawit kita,” kata Medison.


Program PSR Tahap III merupakan program pemerintah melalui Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) untuk membantu pekebun mengganti tanaman sawit tua atau tidak produktif dengan bibit unggul. Melalui program tersebut, pekebun memperoleh dukungan pembiayaan sebesar Rp60 juta per hektare.


Dukungan tersebut merupakan hasil komunikasi intensif Bupati Dharmasraya Annisa Suci Ramadhani dengan BPDPKS dalam memperjuangkan program peremajaan sawit bagi pekebun di daerah.


Sebelum memasuki tahap penanaman, lahan telah melalui sejumlah tahapan, mulai dari tumbang chipping hingga pengolahan tanah. Batang dan pelepah sawit hasil penumbangan dicacah untuk dimanfaatkan sebagai bahan organik yang membantu memperbaiki kualitas tanah.


Medison mengajak para pekebun peserta program memanfaatkan dukungan tersebut dengan sebaik-baiknya, menggunakan bibit unggul bersertifikat serta mengikuti pendampingan teknis dari penyuluh dan koperasi.


“Keberhasilan replanting sangat bergantung pada disiplin kita dalam menerapkan budidaya yang baik sejak awal,” ujarnya.


Selain dukungan peremajaan, BPDPKS atas fasilitasi Pemkab Dharmasraya juga telah memberikan ratusan beasiswa bagi anak-anak pekebun kelapa sawit dan para pekerja yang bergerak di sektor kelapa sawit di Kabupaten Dharmasraya. Para penerima dan calon penerima manfaat beasiswa tersebut turut hadir menyaksikan penanaman perdana PSR di KUD Lubuk Karya.


Medison menyebut dukungan tersebut menunjukkan perhatian terhadap sektor kelapa sawit tidak hanya diarahkan pada peningkatan produktivitas kebun, tetapi juga pengembangan sumber daya manusia keluarga pekebun dan pekerja sektor sawit.


Pemerintah Kabupaten Dharmasraya, lanjutnya, berkomitmen memperjuangkan kepentingan pekebun, mulai dari peningkatan produktivitas, penguatan kelembagaan koperasi hingga upaya menciptakan tata niaga sawit yang lebih adil sehingga pekebun memperoleh harga yang layak.


Salah seorang penerima bantuan, Edi Warman, menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Dharmasraya dan Bupati Annisa Suci Ramadhani atas dukungan yang diberikan melalui program peremajaan tersebut.


Menurut Edi, bantuan yang diterimanya mencakup chipping, pengolahan tanah, penyediaan bibit, pemupukan dan perawatan tanaman hingga menghasilkan.


Ia berharap kebun sawit miliknya seluas 3,5 hektare yang diremajakan melalui program tersebut dapat kembali produktif dan memberikan hasil yang lebih baik.


“Saya mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Dharmasraya atas bantuan yang diberikan. Mudah-mudahan sawit kami seluas 3,5 hektare ini nantinya kembali produktif dan hasilnya lebih baik,” kata Edi.


Dalam kegiatan tersebut turut hadir Anggota DPRD Kabupaten Dharmasraya Fadli Aulia, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Dharmasraya didampingi Kepala Bidang Perkebunan Ipentri, Camat Koto Besar Fauzi Aries, Ketua KUD Lubuk Karya Jon Nasri, para Wali Nagari, serta para pekebun peserta Program PSR.


Fadli Aulia juga memberikan apresiasi atas perjuangan Pemerintah Daerah di bawah kepemimpinan Bupati Annisa Suci Ramadhani dalam memperjuangkan akses petani khususnya petani kelapa sawit kepada bantuan peremajaan ini dari BPDPKS. Dedi

×
Berita Terbaru Update