![]() |
| Sekolah rakyat mulai beroperasi di Dharmasraya |
Padang, Becker.Biz.Id — Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) di Kabupaten Dharmasraya resmi memulai kegiatan belajar mengajar pada tahun ajaran 2026/2027. Kehadiran sekolah berasrama ini menjadi alternatif akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem di Sumatera Barat.
Pada tahun ajaran perdana, sekolah tersebut menampung 390 peserta didik yang berasal dari berbagai daerah di Sumbar. Rinciannya, 268 siswa berasal dari Kabupaten Dharmasraya, 60 siswa dari Kabupaten Solok, 60 siswa dari Kota Padang, serta masing-masing satu siswa dari Kabupaten Padang Pariaman dan Kota Bukittinggi.
Kepala Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial (BBPPKS), Wildan Humaidi, mengatakan seluruh kebutuhan dasar peserta didik telah dipersiapkan agar mereka dapat mengikuti proses pembelajaran dengan baik.
"Seluruh kebutuhan dasar siswa dipenuhi sehingga mereka dapat lebih fokus belajar dan mengembangkan potensi yang dimiliki," ujar (1/8/2026).
Sekolah Rakyat merupakan program pendidikan berasrama yang diperuntukkan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu. Selain memperoleh pendidikan tanpa biaya, peserta didik juga mendapatkan fasilitas tempat tinggal, makanan bergizi, komputer, akses internet, hingga pembelajaran berbasis Learning Management System (LMS).
Wakil Gubernur Sumatera Barat, Vasko Ruseimy, menilai pendidikan menjadi salah satu cara untuk memperluas kesempatan bagi anak-anak yang berasal dari keluarga prasejahtera.
"Anak-anak dari keluarga prasejahtera memiliki potensi yang sama untuk berkembang. Yang mereka butuhkan adalah kesempatan memperoleh pendidikan yang layak," katanya.
Ia berharap keberadaan Sekolah Rakyat di Dharmasraya dapat menjadi awal bagi pengembangan sekolah serupa di kabupaten dan kota lain di Sumatera Barat sehingga semakin banyak anak memperoleh akses pendidikan yang berkualitas.
SRT Dharmasraya merupakan sekolah permanen pertama di Sumatera Barat dengan kapasitas hingga 1.000 peserta didik. Kehadirannya menjadi bagian dari pengembangan Program Sekolah Rakyat yang ditujukan untuk memperluas akses pendidikan bagi masyarakat kurang mampu.
Secara nasional, pemerintah menargetkan pembangunan 100 Sekolah Rakyat permanen setiap tahun hingga mencapai 500 sekolah pada 2029. Program tersebut diharapkan mampu membuka kesempatan belajar yang lebih luas bagi anak-anak dari keluarga yang selama ini menghadapi keterbatasan ekonomi. (mat)
