![]() |
| Tumpukan sampah di TPA Aia Dingin (Foto: Sri Agustini) |
Padang, Becker.Biz.Id — Persoalan sampah masih menjadi tantangan lingkungan di Kota Padang. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Padang mencatat timbulan sampah di kota ini mencapai sekitar 750 ton setiap hari.
Jumlah tersebut berasal dari berbagai sumber, mulai dari rumah tangga, pasar, kawasan perdagangan, kuliner, hingga tempat-tempat keramaian. Besarnya volume sampah membuat pengurangan sampah dari sumber menjadi salah satu langkah penting dalam pengelolaannya.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Padang, Fadelan Fitra Masta, mengatakan pengelolaan sampah tidak cukup hanya mengandalkan pengangkutan menuju Tempat Pemrosesan Akhir (TPA). Masyarakat juga perlu berperan dalam mengurangi dan memilah sampah sejak dari sumbernya.
“Setiap harinya di Kota Padang terdapat sekitar 750 ton sampah yang dihasilkan. Karena itu, perlu dilakukan pemilahan sampah dari sumbernya. Tidak kalah penting adalah penanganan dan pengurangan sampah,” ujar Fadelan.
Menurutnya, pengelolaan sampah membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. DLH tidak hanya berfokus pada pengangkutan sampah, tetapi juga mendorong pengolahan kembali sampah yang masih memiliki nilai manfaat.
Fadelan menyebutkan, dalam rencana pengelolaan sampah, sebagian besar timbulan sampah diupayakan tidak berakhir di TPA. Dari sekitar 750 ton sampah per hari, DLH merancang pengolahan sekitar 250 ton menjadi kompos, 75 ton melalui pengolahan maggot, 200 ton sampah anorganik menjadi RDF, serta 150 ton untuk didaur ulang. Dengan skema tersebut, sampah yang ditimbun di TPA ditargetkan hanya sekitar 75 ton per hari.
Upaya mengurangi sampah dari sumber juga dinilai penting karena kapasitas TPA menjadi persoalan tersendiri. Pemerintah Kota Padang sebelumnya menyebut sebagian besar area TPA Air Dingin telah terisi sampah, sehingga diperlukan langkah pengurangan timbulan sekaligus pemanfaatan sampah yang masih bernilai ekonomis.
Selain persoalan sampah harian, volume tersebut juga dapat meningkat pada periode tertentu. Pada Ramadan 2025, misalnya, DLH mencatat peningkatan volume sampah sekitar 10 hingga 12 persen, terutama dari rumah tangga, pasar dan kawasan kuliner.
Besarnya timbulan sampah setiap hari menunjukkan bahwa persoalan kebersihan Kota Padang bukan hanya mengenai kemampuan pemerintah mengangkut sampah, tetapi juga bagaimana sampah dikurangi sejak dari rumah, tempat usaha dan kawasan publik.
“LPS adalah garda terdepan dalam penanganan sampah. Kemudian untuk pengurangan sampah, Bank Sampah menjadi garda terdepan,” kata Fadelan. (tin)
