![]() |
| Tampak luas kompleks Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 3 Kabupaten Dharmasraya yang menerapkan sistem asrama. Foto: Dedi |
Dharmasraya, Becker.Biz. id — Seorang siswi Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 3 Kabupaten Dharmasraya dilaporkan meninggalkan asrama tanpa sepengetahuan pihak sekolah pada dini hari. Siswi tersebut kemudian ditemukan warga sekitar dan diantarkan kembali ke lingkungan sekolah.
Menurut keterangan warga yang enggan disebutkan namanya, siswi tersebut ditemukan sekitar pukul 03.00 WIB pada Senin dini hari setelah diduga keluar dari kompleks asrama.
"Kejadiannya sejak Minggu malam. Kami menemukannya sekitar pukul 03.00 WIB dan kemudian mengantarkannya kembali ke sekolah pada pagi harinya," ujar sumber tersebut.
Warga menyebut peristiwa tersebut menimbulkan perhatian masyarakat karena SRT 3 Dharmasraya merupakan sekolah berkonsep boarding school yang dilengkapi berbagai fasilitas penunjang pendidikan dan asrama.
Menanggapi kejadian itu, Kepala SRT 3 Dharmasraya, Almen, menjelaskan bahwa siswi yang bersangkutan mengalami kesulitan beradaptasi dengan lingkungan sekolah berasrama dan merasakan kerinduan terhadap keluarga.
"Anak tersebut masih dalam tahap penyesuaian dengan sistem boarding school. Ia menangis karena ingin pulang ke rumah. Kami bersama wali asuh telah berupaya memberikan pendampingan dan melakukan mediasi agar anak dapat kembali nyaman menjalani pendidikan di sekolah," kata Almen saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, Rabu (12/8/2026).
Ia membenarkan bahwa siswi tersebut meninggalkan area asrama tanpa sepengetahuan pihak sekolah. Namun, menurutnya, kejadian tersebut tidak berkaitan dengan persoalan serius di lingkungan pendidikan.
"Saat ini anak tersebut berada di rumah bersama orang tuanya. Wali asuh terus berkoordinasi secara intensif dengan keluarga untuk memberikan pendampingan dan membujuk agar yang bersangkutan bersedia melanjutkan sekolah," ujarnya.
Pihak sekolah memastikan akan terus melakukan pendekatan kepada siswa yang mengalami kesulitan beradaptasi dengan kehidupan berasrama, terutama bagi peserta didik baru yang masih dalam masa transisi dari lingkungan keluarga menuju sistem pendidikan berbasis asrama. Dedi
