-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Tradisi Berburu Babi Dinilai Bantu Petani dan Gerakkan Ekonomi Warga Panyalaian

27 August 2026 | 27 August WIB Last Updated 2026-08-27T04:42:56Z
Suasana tradisi berburu babi hutan di Nagari Panyalaian, Kabupaten Tanah Datar, Rabu (26/8/2026). (Foto: Ritzi)



Tanah Datar, Becker.biz.id – Tradisi berburu babi yang digelar di kawasan Nagari Koto Laweh dan Nagari Panyalaian, Kabupaten Tanah Datar, mendapat apresiasi dari Pemerintah Nagari Panyalaian. Kegiatan yang berlangsung Rabu (26/8/2026) itu dinilai memberikan manfaat ganda, yakni membantu petani mengendalikan hama babi hutan sekaligus menggerakkan perekonomian masyarakat setempat.


Wali Nagari Panyalaian, Dedi Sutani Dt. Rangkai Putiah, menyampaikan terima kasih kepada panitia serta seluruh pihak yang terlibat dalam pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, keberadaan babi hutan selama ini menjadi salah satu ancaman bagi lahan pertanian dan perkebunan warga karena kerap merusak tanaman yang sedang dibudidayakan.


"Kami mengucapkan terima kasih kepada panitia dan seluruh pihak yang telah menyukseskan kegiatan berburu babi di Nagari Koto Laweh dan Nagari Panyalaian. Kegiatan ini sangat membantu masyarakat, terutama petani yang selama ini terdampak oleh serangan babi hutan," kata Dedi.


Ia menjelaskan, selain membantu mengurangi populasi hama yang merusak lahan pertanian, kegiatan tersebut juga memberikan dampak ekonomi bagi warga. Sejumlah masyarakat memanfaatkan ramainya peserta dan pengunjung untuk membuka usaha dadakan di sekitar lokasi kegiatan.


Warga menjajakan berbagai kebutuhan, mulai dari makanan hingga kebutuhan harian lainnya. Kondisi tersebut menciptakan perputaran ekonomi yang dirasakan langsung oleh masyarakat setempat.


"Momentum seperti ini juga memberi peluang bagi warga untuk menambah penghasilan. Banyak yang berjualan nasi, katupek, minuman, hingga rokok sehingga ekonomi masyarakat ikut bergerak," ujarnya.


Dedi berharap tradisi berburu babi yang telah lama menjadi bagian dari kehidupan masyarakat di daerah itu dapat terus dilaksanakan secara teratur dengan tetap memperhatikan aturan dan kondisi lingkungan sekitar.


Menurutnya, sinergi antara masyarakat, panitia, dan pemerintah nagari menjadi faktor penting agar kegiatan tersebut terus memberikan manfaat, baik bagi sektor pertanian maupun perekonomian warga.


"Kami berharap kegiatan ini dapat terus berlanjut karena manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat. Tidak hanya membantu petani menjaga hasil pertanian dari gangguan hama, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi warga," tutupnya. ( Ritzi)

×
Berita Terbaru Update