![]() |
| Peta sebaran 51 sirine Sistem Peringatan Dini Tsunami di tujuh daerah pesisir Sumatera Barat, yang dipasang BPBD Sumbar untuk kesiapsiagaan bencana. (Foto: Dedi) |
Padang,Becker.biz.id — Sebanyak tujuh kabupaten dan kota di Sumatera Barat masuk dalam kategori wilayah dengan ancaman tinggi terhadap bencana tsunami. Kondisi ini dipengaruhi letak geografis daerah yang berada di pesisir barat Sumatera dan berhadapan langsung dengan Samudera Hindia, termasuk potensi gempa besar dari zona megathrust Mentawai.
Sebagai upaya meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatera Barat bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah memasang 51 unit sirine Early Warning System (EWS) atau sistem peringatan dini tsunami di sejumlah daerah pesisir.
Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Sumbar, Rezky Hidayat, mengatakan sirine EWS tersebut tersebar di tujuh kabupaten dan kota yang memiliki tingkat kerawanan tsunami cukup tinggi.
“Pengecekan rutin perlu dilakukan untuk memastikan seluruh sirine berfungsi dengan baik. Dari uji coba yang dilakukan, dapat diketahui apakah sirine masih aktif, suaranya terdengar jelas, atau ada gangguan yang harus segera diperbaiki,” kata Rezky, Jumat (28/8/2026).
Berdasarkan data BPBD Sumbar, Kota Padang menjadi daerah dengan jumlah sirine terbanyak, yakni 33 unit. Sementara itu, Kota Pariaman memiliki empat unit, Kabupaten Padang Pariaman dua unit, Kabupaten Pesisir Selatan lima unit, Kabupaten Agam tiga unit, dan Kabupaten Pasaman Barat empat unit. Adapun Kabupaten Kepulauan Mentawai hingga saat ini belum memiliki sirine EWS tsunami.
Rezky menjelaskan, seluruh sirine peringatan dini tsunami tersebut diuji coba secara berkala setiap tanggal 26 setiap bulan pada pukul 10.00 WIB. Kegiatan ini bertujuan memastikan sistem tetap siap digunakan apabila sewaktu-waktu terjadi keadaan darurat.
Hasil pengecekan terakhir yang dilakukan pada 26 Agustus 2026 menunjukkan 49 dari 51 unit sirine berfungsi normal dan menghasilkan suara yang jelas. Sementara dua unit lainnya mengalami gangguan dan sedang dalam proses perbaikan.
BPBD Sumbar mengimbau masyarakat yang tinggal di kawasan pesisir untuk memahami jalur evakuasi serta mengikuti informasi resmi kebencanaan. Keberadaan sirine EWS diharapkan dapat mempercepat penyampaian peringatan dini sehingga masyarakat memiliki waktu yang cukup untuk melakukan evakuasi saat terjadi potensi tsunami. ( Dedi)
