Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Langkah Jitu Menentukan Konsultan F&B!Panduan Wajib Sebelum Buka Bisnis Makanan

31 July 2025 | July 31, 2025 WIB Last Updated 2025-07-31T03:25:05Z


BECKER.BIZ.ID-Dalam membangun bisnis kuliner, terutama ketika hendak meluncurkan produk atau brand baru, banyak pelaku usaha yang menghadapi kebingungan dalam menentukan langkah awal.

Salah satu solusi yang kerap diambil adalah menggunakan jasa konsultan F&B (Food and Beverage), yang bertugas membantu merancang konsep makanan dan strategi bisnis secara menyeluruh.

Namun, tak sedikit pula yang masih bertanya-tanya, apakah menggunakan jasa konsultan benar-benar efektif dan sesuai dengan kebutuhan bisnis mereka?

Artikel ini akan membahas secara lengkap panduan memilih dan bekerja sama dengan konsultan F&B agar hasil yang didapat benar-benar mendukung kesuksesan bisnis.

Mulai dari strategi marketing, perhitungan omset, kapasitas produksi, hingga benchmark produksemua akan dikupas tuntas dalam 5 tips praktis yang wajib dipahami oleh pelaku bisnis sebelum memutuskan menggunakan jasa konsultan.

Berikut ini adalah lima tips penting yang bisa diperhatikan sebelum menggunakan jasa konsultan, agar tetap sejalan dengan kesuksesan bisnis Anda:

5 Tips Memilih Chef atau Konsultan Menu untuk Bisnis Kuliner

1. Buat Strategi Pemasaran Terlebih Dahulu

Jangan langsung memilih konsultan sebelum memiliki strategi pemasaran yang menyeluruh. Strategi pemasaran mencakup berbagai hal, seperti segmen pasar yang ingin disasar, harga produk, kapasitas produksi, dan posisi merek yang ingin dibangun.

Teman-teman dapat mempelajari lebih lanjut mengenai strategi pemasaran, produk, dan penentuan harga agar semuanya tersiapkan dengan baik sebelum memilih konsultan yang sesuai.

2. Hitung Target Penjualan Bulanan

Lakukan perhitungan target omzet bulanan sebelum menghubungi konsultan. Teman-teman perlu mengetahui berapa target penjualan per bulan melalui proyeksi bisnis (business forecasting).

Jika bisnis masih baru, tentukan total modal dan periode pengembalian modal yang diinginkan (misalnya 1 tahun atau 5 bulan). Dari situ akan muncul target penjualan bulanan.

Produk yang ditawarkan harus relevan dengan target omzet tersebut. Misalnya, jika target harian adalah Rp5.000.000, maka perlu dihitung berapa porsi makanan utama yang harus dijual serta harga per porsinya agar sesuai dengan target pasar.

Semua informasi ini sebaiknya disiapkan dan diberikan kepada konsultan agar konsep bisnis dapat dirancang secara terarah.

3. Pahami Kapasitas dan Alur Produksi

Kita perlu mengetahui kapasitas ruang produksi yang dimiliki. Konsultan akan menyusun sistem yang akan dijalankan setiap hari.

Maka, kita harus menyampaikan informasi seperti: apakah akan menggunakan bahan setengah jadi atau dimulai dari nol? Berapa jumlah tenaga kerja yang tersedia? Seberapa luas area produksinya?

Contohnya: 70% area untuk pelanggan, 20% untuk produksi, dan 10% untuk layanan lainnya. Komposisi ini harus ditentukan agar rancangan produk konsultan sesuai dengan kemampuan operasional yang ada.

4. Tentukan Harga Jual dan Harga Pokok Produksi (HPP)

Tentukan terlebih dahulu harga jual yang ditargetkan dan HPP-nya. Proses R&D bisa sangat mahal.

Sebagai contoh, jika target harga jual Rp35.000 dan HPP ditetapkan sebesar 25%, maka angka-angka ini harus dikomunikasikan kepada konsultan sejak awal.

Jangan sampai kita membayar mahal untuk produk yang justru memiliki harga jual terlalu tinggi dibanding pasar yang ingin kita tuju.

Sebagai pemilik bisnis, penting untuk mengerjakan pekerjaan rumah ini terlebih dahulu.

5. Siapkan Benchmark (Pembanding)

Untuk produk makanan dan minuman, benchmark sangat penting. Hal ini membantu konsultan memahami ekspektasi kita.

Carilah referensi dari segi bentuk, tampilan, dan rasa. Bisa mengambil inspirasi dari kompetitor, produk lokal, atau bahkan luar negeri.

Berikan referensi berupa gambar, video, atau lokasi yang bisa dikunjungi dan dicoba langsung oleh konsultan.

Jangan hanya mengandalkan penjelasan lisan, karena interpretasi rasa dan tampilan bisa berbeda-beda.

Memberikan benchmark akan membantu menjaga konsistensi hasil akhir sesuai harapan.

Nah, teman-teman, itulah lima tips yang sebaiknya dilakukan sebelum menghubungi R&D Consultant, F&B Consultant, atau siapa pun yang akan membantu mengembangkan produk makanan dan minuman kita.

Sebagai tambahan informasi, konsultan R&D di pasar saat ini tidak selalu berlatar belakang chef.

Banyak juga yang bukan chef namun memiliki keahlian khusus di bidangnya.

Jangan lupa untuk memeriksa profil, pengalaman, dan keahlian mereka, karena setiap konsultan memiliki spesialisasi berbedamisalnya masakan Barat, makanan rumahan, atau kuliner khas Indonesia.(*)

×
Berita Terbaru Update