BECKER.BIZ.ID – Rencana pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di Kota Padang mendapatkan angin segar. Direktur Utama Perumda Air Minum Kota Padang menerima kunjungan dari Anggota DPR RI Komisi V, Zigo Rolanda, bersama Wakil Ketua DPRD Provinsi Sumatera Barat, Iqra Chissa, dan Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir, yang bersama-sama meninjau langsung lokasi rencana proyek di Instalasi Pengolahan Air (IPA) Palukahan, Lubuk Minturun.
Kunjungan tersebut juga didampingi oleh perwakilan Balai Wilayah Sungai (BWS) V Direktorat Jenderal Sumber Daya Air (Ditjen SDA). Proyek pengembangan SPAM ini dirancang untuk menambah kapasitas 200 liter air bersih per detik, yang diharapkan bisa memperluas cakupan layanan air minum di wilayah-wilayah padat penduduk.
Dirut Perumda Air Minum menyambut baik kunjungan ini sebagai bentuk sinergi konkret antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan lembaga pelaksana teknis. “Ini bukti nyata bahwa pemenuhan hak dasar masyarakat, terutama kebutuhan air bersih, menjadi prioritas bersama,” tuturnya dalam sambutan singkat saat meninjau lokasi.
Anggota DPR RI Zigo Rolanda menegaskan pentingnya mempercepat pembangunan infrastruktur dasar, termasuk sistem air minum, guna meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Ia menyatakan bahwa Komisi V DPR RI siap memberikan dukungan penuh, baik dari sisi penganggaran maupun pengawalan di tingkat kebijakan.
Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir, juga mengungkapkan optimismenya bahwa proyek ini akan berdampak positif terhadap pelayanan air bersih di Kota Padang. Ia menilai proyek ini strategis karena langsung menyentuh kebutuhan masyarakat. “Kami siap dari sisi perizinan dan dukungan teknis agar ini cepat jalan,” katanya.
Sebagai penutup, Iqra Chissa menyampaikan bahwa DPRD Provinsi Sumatera Barat siap berkolaborasi untuk memastikan proyek ini berjalan dengan efisien. Ia berharap agar proses perencanaan dan penganggaran segera dirampungkan agar tidak ada kendala dalam implementasinya. Dengan hadirnya SPAM ini, diharapkan krisis air bersih di sejumlah kawasan Padang bisa tertangani secara berkelanjutan.(*)
